Rabu, 31 Desember 2014

Akhir 2014 Jelang 2015

Sekarang tanggal 31 Desember 2014. Besok, sudah memasuki tahun 2015. Bagaimana sih tahun 2014ku?

  1. Yang pasti jadi 24 tahun dong.
  2. Di akhir tahun 2013 kemarin aku heboh ikut les bahasa Jepang. Rencananya mau aku lanjutkan di tahun 2014 ini. Tapi karena satu dan lain hal, aku terpaksa tidak melanjutkan les lagi, *sedih sebenarnya.
  3. Di awal tahun aku dan teman seruanganku dapat dukungan dan motivasi dari Bapak Kasi untuk ikut sebuah lomba. Alhamdulillah dapat juara 2.
  4. Tahun 2014 ini aku resmi jadi PNS lhooh. Semuanya sudah dapat 100% full. Alhamdulillah.
  5. Ganti mobile phone dari L3 si remote AC jadi Asus Zenfone 5, yang dimiliki oleh sejuta umat.
  6. Tahun ini aku bisa pulang ke rumah 4 kali. :D Yang pertama di bulan April, dalam rangka nikahan Nyonya Zahara. Yang kedua saat lebaran, mudik wajib. Yang ketiga, saat Idul Adha, pas dapat dinas luar ke Semarang. Terakhir pas libur Natal.
  7.  Kepinginnya tahun ini aku sudah bisa melanjutkan pendidikan lagi. Karena satu dan lain hal, belum bisa tercapai. Semoga tahun 2015 nanti bisa terwujud. Aamiin.
  8. Sekarang lebih rajin olahraga dibanding sebelumnya. Setidaknya berusaha ikut senam di kantor dan lari pagi tiap Jumat. Saat weekend, terkadang sepedaan menjelajah Rawamangun dan sekitarnya. Kalau sedang rajin, 3 bulan terakhir, terkadang aku datang ke kantor pagi-pagi untuk jogging dulu.
  9. Tahun 2014 juga aku sering belanja online, buku, mukena, tas, pakaian dan kado untuk teman-teman. Apalagi semenjak ada mobile banking. Makin mudahlah transaksinya. :D
  10. Mulai belajar untuk memperbaiki manajemen keuangan pribadi. Semoga istiqomah ya. :D
  11. Di bulan Maret aku dapat tugas baru di ruangan, menggantikan posisi temanku yang mutasi ke gedung sebelah. Banyak pengalaman baru yang aku dapat, ikut tim, harus multi tasking, harus cepat dan tepat *kayak lomba aja, dan tentunya harus semakin sabar.
  12. Atasan di ruangan mutasi digantikan dengan yang baru. Alhamdulillah semuanya baik.
  13. Aku banyak pergi kondangan dan mengirim kado ke teman yang menikah di tahun ini. Ahaha.
  14. Oiya, pindah ruangan. Dan semakin betah dengan posisi dan ruangan saat ini. Sampai tetiba muncul "surat sakti" di akhir bulan November. Semoga eksekusinya bisa di tahun depan saja. Aamiin. 
  15. Bisa ke Sumatera Utara (Danau Toba dan Medan)
  16. Selama tahun ini, aku akhirnya hanya bisa menyelesaikan 42 buku saja. "-_-
  17. Sepertinya aku lebih rajin mengoceh di sini dibandingkan tahun 2013 kemarin.
  18. Semakin banyak menemukan bukti kalau aku diberi mic sebaiknya jangan menyanyi (fals guweeeh), tapi ngomong aja. Wkwkwk.

Nah, itulah 2014ku. Bagaimana dengan 2014mu?
Selamat tahun baru 2015 semuanya. Semoga tahun depan lebih baik daripada tahun ini. Aamiin.

DECORATION PROJECT : 2. TANAMAN HIAS (SAMPING RS PERSAHABATAN DAN KAYU PUTIH, JAKARTA TIMUR)

Ok, hari ini aku akan melanjutkan ocehan yang ini. Setelah perburuan akuarium dan isinya selesai, Mr. Big Boss memintaku untuk membeli tanaman. Kata beliau terserah aku mau beli tanaman apa yang penting tahan di dalam ruangan.

Belajar dari pengalaman saat pencarian akuarium dan ikan hias, sebelum memulai pencarian ini, aku mencari referensi dulu. Googling dengan kata kunci tanaman hias untuk di dalam ruangan. Nah, muncullah beberapa laman yang berisi informasi jenis-jenis tanaman apa saja yang cocok di dalam ruangan. Cocok di sini tidak hanya tanaman tersebut memang tahan hidup di ruangan (tidak perlu terlalu banyak terkena sinar matahari), tetapi juga tanaman tersebut harus bermanfaat misalnya untuk menyerap racun dalam ruangan, menyegarkan udara dalam ruangan atau bahkan bisa berbuah (ini aku yang mau).  *silakan dicek di sini, sini, sini, dan sini untuk referensi,

Setelah aku tahu jenis-jenis tanaman yang cocok di dalam ruangan, pada suatu hari Minggu aku pun survey ke penjual tanaman. Dengan mempertimbangkan jarak dan waktu, aku melakukan survey di 2 tempat saja. Yang pertama di sebelah RS Persahabatan yang hanya sepelemparan batu saja dari kosku *tapi aku ke sana tetap naik motor wkwk. Di situ terdapat beberapa penjual tanaman hias lengkap dengan potnya. Langsung beli aja? Nggak dong, survey dulu, banding harga. *otak ekonomis. Para penjualnya ok ok aja lho waktu aku bilang aku nanya-nanya dulu, karena ini titipan. Aku banding harga ke 2 penjual, dan nggak terlalu beda jauh. Aku lalu berpindah ke lokasi selanjutnya.

Yak, selanjutnya aku menuju ke daerah Kayu Putih. Lumayan dekat juga. Dari Arion Mall ke arah Kelapa Gading, di lampu merah pertama belok kanan. Di situ ada 2 sisi jalan yang dipenuhi oleh para penjual tanaman hias, pot, pestisida, tanah, dan pupuk. Jenis tanaman yang dijual pun lebih variatif dibandingkan di sebelah RS Persahabatan. Sok silakan deh dipilih mau beli apa. Para penjual pun tidak ada yang keberatan lhoh meskipun aku bilang mau survey dulu. Menurutku harga yang ditawarkan pun lebih rendah dibanding di lokasi sebelumnya. Dan itu pun masih bisa ditawar lhoh. . Ok, diputuskan aku membeli tanaman hias di sini saja. :D Aku sudah menandai beberapa penjual yang menawarkan harga miring dengan kualitas tanaman yang sama dengan penjual lain.

Alasan kenapa aku nggak langsung beli tanaman, selain untuk survey dulu juga karena susah bawanya. Jadi, pada suatu weekday setelah pulang makan siang di luar, aku, ibu-ibu, dan Mas CS ruangan (yang nyetirin) ke Kayu Putih. Tetiba Mr. Big Boss telpon, menanyakan tentang undangan dan materi rapat siang itu. Lhah, seingatku tidak ada agenda rapat untuk beliau siang itu. Akhirnya aku konfirmasi ke TU. Ternyata ada undangan dan materi rapat yang dikirim sore kemarin, tapi bukan aku yang menerimanya. Zzzz..Karena aku sibuk teleponan itu, akhirnya ibu-ibulah yang membeli tanaman dan pot (dijual terpisah). Bukan di penjual yang sebelumnya aku survey dan jatuhnya lebih mahal. Kami hanya membeli 2 palem kuning. Kenapa palem kuning? Karena tanaman ini bisa tahan jika ditempatkan di dalam ruangan dan bisa membersihkan udara secara alami, mengurangi konsentrasi gas-gas polutan yang berbahaya. Info lebih lanjut cek di sini. Oiya, kami juga membeli pupuk dan tanah untuk media tanam.

Sesampainya di kantor dipindahlah palem kuning ke pot dan dimasukkan deh ke ruangan Mr. Big Boss. Ternyata beliau mau tanaman hiasnya ditambah lagi dan sekalian untuk ruanganku juga. *Iyes!
Bapak Kasi juga ada yang tertarik setelah aku promosi tentang palem kuning.

Sepertinya naik motor itu lebih cepat dan nggak ribet dibandingkan naik mobil, aku pun memutuskan membeli tanaman hias naik motor saat weekend saja. Tanaman-tanaman yang aku sudah beli, aku titipkan di tempat salah satu penjual, saat hari kerja aku ambil dengan mobil. Dan ini dia tanaman yang sudah aku beli.

 Lidah mertua

Peace Lily (di ruanganku)

Sri rejeki

Palem kuning

Beringin Putih


Demikian ocehan kali ini. See you.

PS:
1. Harga tidak aku tampilkan secara spesifik, karena itu tergantung dari kemampuan masing-masing pribadi dalam tawar menawar. wkwkwk 
2. Foto yang ada di ocehan ini adalah dokumen pribadi. Jika ingin mengcopy atau menggunakan dipersilakan, tapi tolong dicantumkan sumbernya dari blog ini. Terima kasih

Rabu, 24 Desember 2014

A Trip to North Sumatera : Part 2

Alohai.. mana suaranya yang siap-siap liburan? :D

Sebagai wujud tanggung jawab sebelum liburan, aku lanjutin ocehan yang tertunda deh. *Mumpung lagi nggak ada kerjaan dan Bapak Big Boss sedang keluar ruangan. Hihihi

Di ocehan kemarin, terakhir aku ocehkan kalau aku menyebrang Danau Toba menuju Pulau Samosir menggunakan kapal kecil kan ya? Nah, karena ini kapal yang biasa digunakan oleh penduduk lokal, rutenya nggak melewati lokasi Batu Apung. Bersandarnya pun di dermaga yang berbeda dengan dermaga untuk wisatawan.

Setelah turun dari kapal, aku dan Bapak partner DL menuju tempat mertua beliau di Tomok. Si Bapak ini nggak memberitahu dulu kalau mau datang. Mau buat kejutan gitu deh. Jadi pertama kami menuju ke kios oleh-oleh milik Ibu Mertuanya Bapak partner DL (selanjutnya disebut Inang aja ya biar lebih singkat). Dan beneran lho itu Inang sekeluarga  dan orang-orang tetangga kiosnya kaget pas melihat Bapak partner DL sampai sana. Heboh bangetlah mereka merepet dengan Bahasa Batak. Aku cuma bisa senyam-senyum aja, nggak ngertilah itu mereka ngomong apa. :D

Setelah itu, kami menuju ke rumah Inang ketemu keluarga yang lain. Aku lagi-lagi cuma bisa senyam senyum nggak ngerti aja. Ahahaha. Karena rumah Inang sedang direnovasi, aku dan Bapak partner DL pun menginap di hotel. Setelah mobil sewaan kami datang, kami menuju ke hotel di wilayah Tuk Tuk tepatnya di Hotel Carolina. Kata Bapak partner DL ini hotel waktu dia dan istrinya bulan madu. Ahaha.

Hotel ini arsitekturnya bergaya rumah Batak. Aku ambil kamar sendiri *yaiyalah. Bapak partner DL sekamar berdua dengan Pak Supir mobil charteran. Kami memilih kamar yang menghadap langsung ke Danau Toba. Nah, waktu mau sholat Magrib gabung Isya' (Jama' Takhir) aku agak kebingunan tuh menentukan arah qiblat. Aku coba unduh aplikasi arah qiblat di mobile phone. Tapi gagal terus, karena jaringannya kurang bagus. Akhirnya bertanya deh ke petugas hotelnya, matahari terbit sebelah mana. Lalu aku pas-pasin tuh arah qiblatnya. Bismillah.. semoga bener Ya Alloh. Setelah selesai sholat, aku buka mobile phone, daaan aku baru sadar kalau sudah ada aplikasi arah qiblat. "-___-. Alhamdulillah arah qiblatku saat sholat tadi sesuai dengan arah qiblat di aplikasi. Setelah itu, tidur deeeh aku. Meskipun nggak pakai AC, tapi udaranya dingin oi. Nikmat banget tidurnya ditemani suara deburan air Danau Toba.
nih hotelnya


Pagi hari, aku bangun sekitar jam 5an, langsung sholat Subuh. *Nggak ada suara adzan. Selesai sholat, langsung aku keluar kamar, mau jalan-jalan dong di pinggir Danau Toba. Walaupun agak-agak gemiris, aku tetap lanjut jalan-jalan. Mumpung, belum tahu kan kapan balik ke situ lagi. Disempetin selfie sendiri juga dong meskipun mobile phone jadi basah kena air hujan. Ahaha. *Tetep narsis. Tiba-tiba ada sepasang suami istri. Mereka minta difotoin berdua terus gantian deh aku difotoin sama mereka.

ini hasil difotoin.

Setelah agak siang, Bapak partner DL keluar kamar juga. Kami pun berjalan keliling hotel lalu mengobrol di depan kamarku. Kami sempat ditegur oleh tetangga kamar (bule) karena kami berisik. Hihihi. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di hotel. Rencananya kami mau naik kapal penyebrangan jam 10. Jam 8an kami check out dari hotel. Awalnya mau sarapan dulu di hotel, tapi ternyata ada menu B2 dan aku ragu-ragu. Kami lalu menuju ke rumah Inang. Ternyata ya pemandangan perjalanan dari hotel (Tuk Tuk) ke rumah Inang (Tomok) itu bagus bangeeet. Di satu sisi kita bisa lihat Danau Toba. Di sisi lain kita bisa lihat perbukitan lengkap dengan Air Terjun Sipisau-pisau yang terlihat juga pagi itu. Subhanalloh..




 jari saktii..:p


Saat sampai di rumah Inang, Inang sedang mandi. Jadi kami sarapan dulu di warung (yang halal tentunya). Selesai sarapan kembali ke rumah Inang lalu kami menuju ke kios Inang untuk belanja oleh-oleh. Karena terlalu lama pilah-pilih, kami tertinggal kapal yang jam 10. Kami akhirnya naik kapal jam 11. Dan sampai di seberang jam 12an. Huhuhu.. Dadaaah, Danau Toba, Semoga lain kali aku bisa ke sana lagi. Yang kemarin itu kurang puaaas karena kurang lama. Huhuhuhu, Lalu kami pun melanjutkan perjalanan, kembali menuju Medan.

Karena Bapak partner DL, besoknya berulang tahun, beliau pulang Jakarta malam itu juga. Tugas yang di Medan aku sendiri yang melaksanakannya. Dan kami pun sampai di Bandara Kualanamu sekitar pukul 5 sore. Sebelumnya kami mampir di Siantar untuk makan siang dan mengambil kekurangan dokumen.

Setelah mengantarkan Bapak partner DL, aku menuju ke rumah dinas Nenek Izza. Iya, selama di Medan aku menginap di tempat nenek. Malas menginap di hotel, nggak ada temannya.

Keesokan harinya, karena nenek harus masuk kantor, aku pun melaksanakan tugasku sendiri. Aku harus menuju ke daerah Medan Timur. Karena ini kali pertama aku ke Medan, aku cuma bisa Bismillah aja. Semoga lokasinya bisa dilacak dengan Waze dan ketemu sopir taksi yang baik. Awalnya sih aku pingin naik angkot atau bentor gitu, tapi nenek nggak merekomendasikan. Si nenek nggak tahu jalur selain itu juga rawan kena tipu atau kecopetan. Alhamdulillah, aku dapat sopir taksi yang baik dan Waze pun sangat membantu. Tugas pun bisa cepat terselesaikan.

Lhah, masa di Medan cuma untuk kerja aja? Nggak jalan-jalan?
Tenang, Saudara-Saudari, aku sempat jalan-jalan kok dengan Nenek. Ditunggu saja di ocehanku yang selanjutnya ya..

Sampai jumpa. :D

PS : foto-foto di atas adalah dokumentasi pribadi, kalau ada yang mau menggunakan foto di ocehan ini, tolong dicantumkan sumbernya blog ini ya. Terima kasih.

Minggu, 07 Desember 2014

A Trip to North Sumatera : Part 1

Uhm, sebenarnya kemarin itu bukan murni jalan-jalan untuk liburan sih. Tapi perjalanan dinas yang dilanjutkan jalan-jalan. Ahahaha. Jadi aku di sana dari hari Rabu s.d. Minggu. Rabu s.d. Jumat kerja. Sabtu dan Minggunya baru deh jalan-jalan. Tapi yang dapat uang perjalanan dinas ya yang 3 hari aja. *Seriusan

Semua berawal dengan adanya penelahaan data berdasarkan manajemen risiko. Diputuskan harus ada beberapa petugas dari Bagianku yang dikirim ke Sumatera Utara untuk mengecek 3 perusahaan di 3 kota/kabupaten berbeda. Iya, nggak hanya di Medan aja itu lokasinya.

Akhirnya dari sekian orang di ruangan terpilihlah aku dan seorang bapak-bapak. Si bapak ini terpilih karena mertuanya orang Toba, biar bisa sekalian berkunjung ke sana. Kalu aku, karena mantan atasan kami sekarang mutasi ke kantor Medan. Apa hubungannya coba? Beliau pernah request, kalau ada dinas ke Medan, aku aja yang dikirim. Baiklah, pak.

Oke, perjalanan dimulai di pagi buta hari Rabu. Beneran pagi buta, jam 3an aku sudah berangkat dari kos. Yah, demi menghindari kemacetan Jakarta yang hanya Alloh yang tahu kapan dan dimananya. Karena masih pagi buta, perjalanan naik taksi dari Rawamangun ke Bandara Soetta hanya 1 jaman. Sampai sana aku sholat subuh terus nongkrong di ruang tunggu. Pesawat kami jadwalnya jam 6an.*Kami menggunakan low budget airline ya, nggak pake Garuda Indonesia Airlines lho. Harap dicatat.

Selama perjalanan di pesawat, aku tidur. Ngantuk. Baru bangun sesaat sebelum landing. Jadi jangan heran turun pesawat tampangku bukannya seger tapi malah muka bantal. *Percuma juga mandi jam setengah 3 pagi. Turun dari pesawat, aku tersepona dengan Bandara Kualanamu. Lebih bagus dibanding Soetta. *Yaiyalah, kan masih baru. Lanjutlah kami sarapan ke AW. *Junk food moment.

Pas sarapan itu supir mobil charteran yang sudah dipesan bapak partner DL(dinas luar)ku datang. Pakai mobil charteran biar gampang mobilitasnya, karena kami mau cari alamat. Setelah selesai makan, kami pun memulai perjalanan.

Awalnya aku kira kota-kota di Sumatera itu beda dengan yang di Jawa. Tapi ternyata sama aja. *Noraknya orang yang pertama kali ke Sumatera. Keliatan bedanya ya waktu perbatasan antar kota gitu. Kalu di Jawa kan perbatasan antar kota itu ya masih rumah-rumah pemukiman, kalau nggak ya sawah di beberapa daerah di Jawa Timur ada hutan jati. Kalu di Sumatera Utara, perbatasan antar kota itu ada yang pemukiman sih, tapi selain itu terhampar perkebunan kelapa sawit dan karet. :O *Amazed.

Jadi, lokasi obyek DL kami yang pertama itu Kabupaten Tebing sekitar 2-3 jaman dari Bandara Kualanamu dengan menggunakan mobil. Tolong dibedakan ya 2-3 jam perjalanan di Jakarta dengan di Sumatera Utara. Di Sumatera Utara yang bukan Medan, itu jalanannya lancar jaya, nggak ada macet. Kota Tebing menurutku tidak terlalu ramai, seperti kota kecil di Jawa. Kami lumayan cepat menyelesaikan tugas di sini.

Selanjutnya obyek yang kedua ada di Kota Siantar. Sekitar 1-2 jam perjalanan lagi. Nah, aku sholat dhuhur dan ashar (jama' taqdim) di perjalanan ini. Karena diperingatkan sama pak supirnya setelah masuk Siantar akan susah ketemu masjid.

Untuk obyek yang kedua ini lokasinya agak jauh dari jalan besar. Harus masuk jalan kecil dan gang. Alhamdulillah pencarian kami berhasil dan tugas pun terselesaikan.

Perjalanan pun dilanjutkan keeee.... Danau Toba, Saudara Saudari. Excited! Iyalah, ini danau vulkanis terbesar se-Asia Tenggara lhoh. *Hasil googled. Dan bener lhoh pak supir perjalanan ke Danau Toba setelah dari Siantar itu, susah nemu masjid, yang ada kebun sawit, rumah penduduk dan gereja.

Setelah perjalanan selama kurleb 2-3 jaman mulai tampaklah lautan di tengah daratan itu.  Subhanallah. Dengan noraknya langsung ah oh ah oh aja aku saking terpesonanya. Padahal waktu itu sedang berkabut lho karena efek Gunung Sinabung, tapi pemandangannya tetep luar biasa bagus. Empat jempol deh.

Kami pun menuju ke dermaga penyebrangan. Iyalah, kami tentunya mau menyebrang ke Pulau Samosir. Sebenarnya ada tuh dermaga khusus wisatawan, tapi kami memilih dermaga untuk penduduk lokal. Uyeah,man, we did it like native. Lha wong bapak partner DL kan sering mudik kemari. wkwkwk. Untuk penyebrangan ini kami menggunakan kapal kecil. Sementara mobil menggunakan kapal feri yang keberangkatannya satu jam sekali.

Terus aku menginap dimana dong?
Gimana tuh Pulau Samosir?
Tenang, Saudara Saudari nanti aku lanjutkan di ocehan selanjutnya.
Karena sudah malam dan besok itu Senin, aku undur diri dulu ya.
Salam.

PS: Ih ternyata, tepar ada manfaatnya juga. Aku bisa buat 2 ocehan dalam sehari. Tentunya 2 ocehan ini aku buat dengan mobile phone dalam berbagai posisi tiduran di atas tempat tidur. wkwkwk.

Istirahat Sejenak

Haiii...
Seharusnya weekend ini aku berencana untuk ke Museum Gajah, ikut acara Festival Pembaca Indonesia 2014. Sudah niat dari tahun kemarin, karena dulu pun gak bisa datang. Aku bertekad untuk harus datang di acara tahun ini.

Manusia boleh berencana, tapi Alloh yang menentukan.

Iya, aku gagal lagi datang ke Festival Pembaca Indonesia. Karena aku sedang terkapar di kamar kos, kena diare. :(

Cerita berawal di Kamis siang, tiba-tiba emak-emak di ruangan ngajak makan siang di luar. Lalu sambil senyam senyum penuh dosa, aku minta ijinlah ke bapak bos yang terhormat. Agar bapak semakin setuju, aku tawari untuk dibungkusin makan siang. Dan berhasiiil, Saudara-Saudari. *Meskipun bapake geleng-geleng kepala sambil senyam senyum penuh penyesalan punya staf macam aku. Ahahaha.

Sesampainya di tempat makan, masih di Rawamangun sih, emak-emak langsung pilih menu. Biarkanlah yang berpengalaman yang menentukan. Aku hanya pesan minum aja. Jadi, kalu makan siang emak-emak itu, sistem bukan 1 orang 1 menu, tapi banyak menu untuk geratakan beramai-ramai. Akhirnya dipilihlah menu nasi goreng oncom pedes banget, nasi goreng ikan asin pedes banget, chicken wings pedes juga, tahu isi, dan gado2. Meskipun itu judulnya pedes banget, di mulutku mah nggak ada pedes-pedesnya. Nasi goreng oncom masih aku tambah dengan sambal terasi pelengkap chicken wings. Wkwkwk. Selesai makan, pulanglah kami dengan hati riang dan perut kenyang. Tidak lupa juga oleh-oleh untuk bapak bos, nasi goreng ikan asin sesuai pesanan beliau.

Sesampainya di kantor, aku antar pesenan bapak, lalu sholat Dhuhur. Pas balik ruangan, bapake bilang kalau mau keluar ruangan. Wah, kebetulan pak, saya juga mau ijin ke gedung sebelah ada rapat acara lomba Januari nanti. Ehehehe.

Nah, saat jalan ke gedung sebelah, perut udah mulai berbunyi nggak jelas, tapi aku cuekin aja. Apalagi setelah itu kan bahas tentang acara lomba, udah nggak fokuslah ke perut. Selesai rapat, aku balik ruangan, naik turun tangga mengurus kerjaan. Mulai terasa lagi itu ada masalah di perut. Lagi-lagi aku cuekin, fokus ke kerjaan. *Contoh PNS teladan. *Plis jangan batasi undangan nikah kami, wahai para penguasa. wkwkwk

Pulang kantor aku langsung ke kos. Sudah ada makan malam di meja, biasanya aku langsung makan aja tuh. Tapi aku ingat, kalau tadi pagi adik kelas baru pengumuman penempatan, aku juga belum kumpul-kumpul dengan mereka. Nah, kayaknya malam ini harus kumpul deh sebelum mereka menuju tempat bertugas. Aku whatsapp mereka. Ok, mereka bisa abis Isya.

Setelah sholat Isya, aku langsung menuju tempat kumpul. Aku kira kan mereka sudah ada yang datang. Ternyata belum ada seorang pun doong. Zzztt. Untung aku bawa Angels and Demon, lumayanlah untuk membunuh waktu. Akhirnya mereka baru datang sekitar jam 8an lebih. Ya Salam. Iyasih, jam 8 itu abis Isya. "-_-

Nah, masalah pun muncul, perutku mulai nggak beres. Hasrat untuk BAB tidak tertahankan. Karena udah nggak kuat, aku pun kabur ke kamar mandi. Sebenarnya kamar mandinya nggak bersih-bersih amat sih, tapi udah kebelet bangeeet. Huhuhu. Setelah itu aku kira kan udah aman tuh. Mungkin karena telat makan ajalah ini. Aku pun makan ayam goreng lengkap dengan sambal. *Aku udah cuci tangan dengan sabun lho ya sebelum makan. Ngobrol-ngobrol aku dengan adik-adik kelas itu sampai jam 9an.

Dan tragedi pun dimulai. *lebay?Iya,emang. Jadi setelah pulang, bersih-bersih muka, aku tidur. Nggak berapa lama perut bergejolak. Dan selama malam itu, aku bolak-balik ke kamar mandi sebanyak 5 kali. :-|

Paginya aku masih ikut olahraga pagi di kantor. Cuma memang sudah berasa agak lemes sih, jadi cuma senam aja, gak pake jogging. Pas senam itu pun baru berapa gerakan udah banyak berkeringat. Perjuangan banget deh bisa selesai sampai pendinginan.

Setelah mandi dan ganti baju, aku sarapan bubur ayam. Di mulut rasanya agak neg, tapi aku paksa makan. Terus lanjut kerja, naik turun tangga, bolak-balik ruangan sebelah juga. Dan sekitar jam 10an perut nggak bisa diajak kompromi lagi. Bolak-baliklah aku ke kamar mandi. Sepatu sudah berganti sandal. *Repot oi, bolak-balik kamar mandi pakai sepatu. Dan di antara jeda ke kamar mandi itu aku masih ngiderin surat, masuk ruangan bapak bos yang mana aku malah diajak becanda (plis, bapake, perut saya sedang sakiit) dan masih nerima tamu.

Jam 11.30an karena udah lemes, aku pun telepon poliklinik kantor, dokternya sudah istirahat, baru ada lagi jam 2an. Subhanalloh. Akhirnya terkapar di kursi ruangan, minum obat, begitu makin lemas pindah goler-goler ke musholla, perut bergejolak lagi, ke kamar mandi, sholat dhuhur, langsung tidur.

Bangun tidur sekitar jam 2an , aku ke ruangan, ternyata ada beberapa notifikasi whatsapp. Bapak bos bilang kalu keluar kantor, trus Mak May nanyain dimana. Akhirnya aku turun ke ruangan bawah, sama Mak May ditanyain sakit beneran apa gak? Kalu iya, disuruh ke dokter. Aku bilang aku mau ke dokter tapi karena hujan jadi nunggu dianter sama mas CS naik mobil.*Ini bukan manja ya. Ditawarin Mak May dianter pakai mobil beliau. Tapi aku disuruh makan dulu. Daaan catering makan siang lauknya ayam pedes, gorengan, sama capcay. Daripada perut kosong, aku paksain makan.Baru 3 suapan sudah neg banget, aku paksa makan pisang.

Meluncurlah aku dan Mak May ke poliklinik. Sampai poliklinik, daftar, isi kuesioner, lalu diperiksa sama dokter. Hasilnya dapat pesen dari dokter harus makan bubur dulu, no sayur, no buah, no pedes, hanya boleh dengan telur, kuah, dan kecap.  Selain itu, dapat oleh-oleh obat segambreng. Selama sesi menunggu obat, aku juga sempet numpang ke kamar mandi dong. "-_-

Balik ruangan, minum obat, sholat Ashar, ada sesi kamar mandi lagi, dan aku masih lanjut kerja lagi. Beres-beresin yang masih ketunda tapi harus segera diselesaikan. Bapak bos belum balik ruangan, tapi beliau sudah pesan agar aku istirahat aja. Tapi kan masih ada tanggung jawabku yang belum selesai.*Masih tega bilang PNS kerjanya gak optimal,huh? Karena sudah lemas, aku minta tolong junior untuk bantu-bantu. Setelah itu aku tepar di musholla sampai jam 5. Huhuhu.

Pulang kerja, aku masih naik motor. Tapi sampai kos lemas, langsung tepar di tempat tidur. Muahaha

Dari Jumat malam sampai sekarang aku hanya goler-goler aja di tempat tidur. Keluar kamar hanya untuk mandi, wudhu, dan makan. Alhamdulillah, udah nggak bolak-balik kamar mandi sih, tapi masih lemes akuu. Sholat aja milihnya surat-surat pendek. *Maafkan aku Ya Alloh.

Kemarin-kemarin makan ayam taliwang yang pedes banget aja aman lhoh. Sepertinya memang aku disuruh Alloh untuk istirahat dulu. Yah, semoga besok lemesnya hilang dan aku bisa kembali mengabdi kepada negeri dengan segenap kekuatan dan tenaga. Aamiin.

Sampai jumpa.