Jumat, 27 November 2015

Di Solo

Tempat domisiliku sekarang, bukan lagi Bintaro atau Bekasi atau Jakarta seperti sebelumnya. Sekarang aku berdomisili di Solo. Tepatnya mulai akhir bulan Agustus 2015 kemarin.

Ceritanya berawal di bulan Februari 2015. Ada tawaran beasiswa S1 dari sebuah instansi pemerintah. Ini merupakan kesempatan yang langka. Karena jarang sekali ada tawaran beasiswa untuk jenjang S1 bagi para PNS yang berpendidikan D3. Selama ini yang aku tahu, untuk mendapatkan sekolah gratis selepas dari D3 STAN, ya melalui D4 STAN saja. Dan itu persaingannya sangat ketat. Rivalnya kan teman-teman sendiri semasa kuliah D3 STAN. 

Yang membuat dramatis, pengumpulan persyaratan terakhir adalah hari ketika aku tahu. Batas akhir tersebut tepatnya jam 17.00. Sedangkan aku baru diberi tahu oleh teman seruangan sekitar pukul 14.00. Karena kesempatan ini termasuk langka, kami putuskan untuk mencoba mendaftar. Kami segera bergegas untuk mengumpulkan persyaratan antara lain copy SK CPNS, copy SK PNS, beberapa macam surat pernyatan, surat keterangan sehat. Yang paling epik adalah saat meminta surat keterangan sehat dari poliklinik kantor. Perawat sudah menolak karena sudah pukul 16.30, laporan operasional poliklinik harus segera diselesaikan dan disampaikan ke Bagian Umum. Aku melihat jam tangan, ternyata masih jam 16.20, itu artinya masih ada waktu dong. Akhirnya ibu perawat tidak bisa berargumen lagi dan kami pun dilayani. Uyeah!

Selain mengumpulkan persyaratan, kami juga harus menentukan pilihan universitas mana yang akan kami tuju untuk melanjutkan pendidikan. Ada beberapa pilihan yang disediakan oleh pihak pemberi beasiswa. Awalnya aku memilih ke Unair Surabaya, tapi karena satu dan lain hal akhirnya aku memilih UNS Surakarta. Setelah pengumpulan persyaratan selesai, kami harus menunggu ujian masuk yang waktunya ditentukan oleh pihak universitas tujuan.

Ternyata ujian masuk UNS ditentukan pada akhir Mei 2015. Sebelumnya ujian masuk belajar nggak? Belajar dong. Di sela-sela kesibukan kantor yang saat itu sedang merajalela (sampai harus pulang malam), aku dan teman-teman seruangan yang mengikuti ujian berusaha untuk menyempatkan belajar. Biasanya selesai jam kerja sampai magrib. Setelah sholat magrib, kalu memang masih sanggup kami lanjut lagi. Beberapa senior juga beberapa ada yang tertarik untuk bergabung dengan alasan iseng mengenang masa lalu. :D Saat weekend dan nggak ada kesibukan, kami janjian di kantor untuk belajar. Yah, jangan dibayangkan kami seserius itu ya. Kami belajar juga sambil ngobrol dan nyemil kok. :D Oiya, materi yang diujikan adalah TPA dan Bahasa Inggris.

Dan tibalah saat ujian. Ujian diselenggarakan pada hari Sabtu bertempat di FEB UNS Surakarta. Hari Jumatnya aku dan teman-teman menuju ke Solo dengan kereta. Nggak kerja dong? Ada ST tapi atasan kok, amaan. Nah, saat ujian inilah pertama kalinya aku masuk ke kampus UNS. Ternyata lingkungan asri ya.

Saat ujian, aku banyak bertemu dengan teman seangkatan jaman kuliah STAN. Lhah, ini mah bakalan susah juga kalau saingannya anak-anak ini. Aku berusaha yakin dan fokus dengan ujian saya. Kan sebelumnya sudah berusaha maksimal dengan belajar. Kalau memang rejeki ya lolos. Kalau nggak ya berarti kembali kerja dan tahun depan ikut ujian D4 STAN.

Pengumuman ujian dijadwalkan di akhir Juni 2015. Beberapa hari sebelum pengumuman aku dan seorang teman di ruangan menerima SMS konfirmasi NIP dari panitia. Dag dig dug lah kami. Apalgi hanya beberapa orang saja yang dapat SMS. Dan, sampai tanggal yang ditentukan, pengumumanya belum juga muncul. Jadi semakin deg-degan. :|

Akhirnya di suatu Jumat di akhir bulan Juni 2015, pengumuman akhirnya keluar juga. Aku mendapatkan foto daftar peserta yang diterima melalui whatsapp beberapa orang teman. Alhamdulillah. Langkah awal untuk mewujudkan cita-cita segera melanjutkan pendidikan sudah tercapai. :)

Aku mulai pindah ke Solo di akhir Agustus 2015. Dan insya Alloh akan ada di sini sampai pertengahan tahun 2017 mendatang. Terkadang aku masih merasa kangen dengan kantor, suasana dan orang-orangnya. Aku juga kadang merasa kangen dengan Jakarta. Ahahaha. Yah, jujur aku sudah merasa nyaman dengan kondisi sebelumnya. No pain no gain, right? :)

That's all. See you... :)


Minggu, 15 November 2015

A Trip to North Sumatera : Culinary

Ini sebenarnya masih termasuk dalam laporan perjalananku ke Sumatra Utara tahun lalu. Baru ditulis sekarang karena baru ingat dan sempat. Mohon maaf ya semuanya.

Selama di Sumatera Utara kemarin berikut adalah beberapa makanan yang sempat aku icip-icip, yaitu:
1. Mie Gomak
Aku makan mie ini saat di Samosir, tepatnya di rumah Inang (mertua bapak partner DL). Kebetulan saat aku dan bapak partner DL ke sana, Inang sedang memasak mie spaghetti ala Batak ini. Dijuluki demikian, karena bentuknya yang besar dan panjang-panjang seperti spaghetti. Selain bentuknya yang berbeda, bumbu-bumbu yang digunakan untuk memasak mie gomak ini pun berbeda dibandingkan mie rebus yang sering aku temui di Jawa.  Terdapat bumbu khusus dari tanah Samosir misalnya andaliman yang membuatnya berbeda. Rasanya bagaimana? Enak!

Ini nih penampakan mie gomak dan jus jambu.

2. Roti dan Selai dari toko roti "Ganda"


Kata bapak partner DL toko roti ini merupakan toko roti legendaris di Siantar. Yah karena searah dengan jalur kami menuju Danau Toba mampirlah kami ke roti ini. Begitu masuk ke toko roti ini bingung karena toko ini penuh dengan pembeli. Rame kali pun. Padahal saat itu weekdays lho. Kata si bapak partner DL, kalu sedang musim liburan atau hari libur toko ini lebih penuh lagi. Wow.


Ada beberapa jenis roti yang dijual di toko roti Ganda ini. Tetapi yang yang paling melegenda adalah roti tawar yang dilengkapi dengan selai sarikaya. Urutan kedua ditempati oleh roti tawar yang dilengkapi dengan krim dan meses cokelat. Oiya roti tawarnya ada yang berukuran besar (seperti gambar di atas) dan yang berukuran kecil. Kemarin kami beli yang berukuran besar. Kami juga membeli selai sarikaya yang dijual terpisah. 
Aku baru ingat, kalau sebelumnya pernah dibawakan oleh-oleh roti Ganda dan selai sarikayanya oleh bapak-bapak di ruangan. Dan rasanya memang enaaak. Harganya ternyata juga terjangkau lho. Roti yang besar itu di bawah 20 ribuan.


3. Ikan Pora-Pora
Aku makan ikan pora-pora ini saat sarapan. Awalnya mau sarapan di hotel tempat menginap, tapi aku ragu-ragu, kawatir alat masaknya juga dipakai untuk masak b2. Akhirnya sarapan di luar, di warung muslim (sebenarnya semacam warteg sih kalau di Jawa).


Ikan pora-pora ini merupakan jenis air tawar yang berkembangbiak di Danau Toba. Semacam ikan bilis.

4. Mie Aceh Titi Bobrok
Dulunya aku nggak terlalu suka dengan mie aceh. Entah semenjak kapan, aku mulai suka dengan mie aceh. Jadi, saat aku baru sampai Medan dan si nenek mengajak aku makan mie aceh, langsung saja aku setuju. Kata nenek varian yang paling digemari adalah mie aceh daging, tapi karena sudah habis, akhirnya kami memesan mie aceh kepiting (kepitingnya utuh jenderal!)

Meskipun porsinya lumayan banyak, tapi habis lhoh aku. Harap maklumin yak, kan baru saja sampai Medan, sebelumnya habis menjelajah pedalaman Sumatera Utara. :P. Rasanya gimana? Enaaaaak!

5. Soto Sinar Pagi
Sesuai namanya aku makan soto ini saat sarapan pagi. Ahaha. Btw, soto ini direkomendasikan oleh junior orang Medan. Katanya, mbak harus coba soto sinar pagi, enak rasanya mbak. Dan dia memang benar, soto ini rasanya enaaaak. Apalagi ditambah dengan perkedelnya. :9 

6. Tip Top
Lokasinya berdekatan dengan Mansion Tjong A Fie. Aku ke sana karena diajak bertemu dengan teman kuliah yang penempatan di Medan. Menunya sih ada semacam nasi goreng, mie goreng, es krim dll. Tapi aku lupa waktu itu makan apa. "-__- Dan aku pun lupa berfoto di sini.

Itulah beberapa makanan yang aku cicipi selama di Sumatera Utara. Siapa tahu bisa menjadi referensi untuk Saudara-Saudari yang akan mengunjungi Sumatera Utara. Sebenarnya ada beberapa kuliner lain yang bisa dicoba misalnya Durian Ucok, Seafood Wajir, Pancake Durian di Jala-Jala dll. 
Lain kali kalu ada waktu dan kesempatan pingin rasanya Sumatera Utara lagi, pingin nyoba makanan-makanan ituu. :)