Minggu, 09 Maret 2014

Berkunjung ke Islamic Book Fair 2014



Happy Sunday morning everybody! :D
Di pagi menjelang siang di hari Minggu ini, aku akan mengoceh tentang kunjunganku ke Islamic Book Fair 2014 kemarin. Acara ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir bulan lalu, tanggal 28 Februari 2014.

Tapi, weekend kemarin aku harus pergi ke Bekasi, si ponakan tercinta ulang tahun. Setelah itu selama weekday, agak susah mengantur waktunya. Kalau pulang kerja langsung ke Istora, Islamic Book Fair 2014, lokasi  yang ada sampai sana sudah lemas, nggak ada lagi tenaga untuk berburu buku. Dari hari Rabu sampai Jumat kemarin, aku menjadi panitia sebuah acara di kantor. Setiap pulang, badan rasanya capek. Rencana untuk begadang nonton Indonesian Idol hanya mampu bertahan sampai pukul 21.30.

Sabtu pagi, saat bangun badan rasanya rontok semua. Malas-malasan dulu sampai siang. Baru setelah makan siang dan sholat dhuhur, aku berangkat ke Senayan. Meskipun ada motor, aku lebih memilih naik kendaraan umum, lebih santai. Dari kosan, jalan ke depan gang, naik angkot 02. Selanjutnya aku turun di Arion Mall, lalu naik busway jurusan Pulo Gadung Dukuh Atas dari halte Pemuda. Busway lumayan penuh. Hampir semua orang lebih memilih untuk berdiri di dekat pintu. Padahal mereka sebagian besar turun di pemberhentian terakhir di halte Dukuh Atas. Selain itu, masih ada saja, laki-laki yang mengantri di pintu depan busway yang seharusnya dikhusukan untuk perempuan. Nggak ngerti lagilah dengan orang-orang ini. Ckckck

Setelah sampai di Dukuh Atas, aku berpindah busway jurusan Kota Blok M. Turun di halte GBK. Jalan sebentar, sampailah di Istora Senayan. Euforia pameran buku sudah terasa saat tiba di halte GBK. Banyak mbak-mbak yang berjilbab lebar, bergamis, dan berkaos kaki. Lihat diri sendiri, lalu merasa saltum. *Kostumku celana kain, sweater, jilbab paris, sandal gunung, dan tas ransel. >_<

Yasudahlahya, sudah sampai Senayan ini. Pembagian ruang pameran di di dalam Istora ini agak berbeda dibandingkan pameran-pameran buku yang sebelumnya. Ada sekat-sekat yang membuat jadi lebih ribet menurutku. Dan Istora benar-benar penuh siang kemarin. Untuk jalan ke depan aja susah. Akhirnya, aku memutuskan untuk keluar. Ternyata di lantai 2 juga didirikan beberapa booth yang menjual aksesoris. Ada yang menjual pakaian, kaos kaki, jilbab, bros dll.

Dan, barang pertama yang aku beli di pameran buku ini adalah kaos kaki. *Rp20.000 dapat 3 gitu lhoh. Selanjutnya aku membeli bros dan jilbab. Hadeh, ini mah bukan ke pameran buku judulnya. Aku pun turun, masuk lagi ke dalam Istora, meluruskan niat untuk membeli buku.

Lucu kan? Hihihi....
 

Keliling dari satu stand ke stand yang lain, tapi aku belum juga tertarik dengan satu pun buku. Semua buku itu bertema agama. *Yaiyalah, kan judulnya pun Islamic Book Fair. Tapi, sayangnya aku belum tertarik untuk membaca buku agama. Daripada mubadzir kan, maksa beli tapi akhirnya nggak dibaca. *Tetiba teringat kotak pandora di kosan, masih ada beberapa buku yang belum dibaca.

Akhirnya, sampailah aku di stand Mizan. Dan di sana ada novel! *mata berbinar Pilah-pilih, bolak-balik. Yang paling menarik adalah Pride and Prejudice-nya Jane Austeen. Buku ini masuk dalam wish list-ku sejak lama. Tapi belum terbeli, karena masih mahal, belum turun harga. Ada versi yang murah sih, tapi aku ragu dengan terjemahannya. Aku lebih prefer yang terbitan Mizan. Nah, di stand Mizan itu hampir semua bukunya diskon 30%. Yah, dihitung-hitung jadi lumayanlah. Beli nggak ya? Ini pameran buku Islam lho, masa iya beli novel klasik. Ok, mari dicek dulu di toko buku online. Harganya masih lebih mahal ternyata. Oklah, beli saja, mumpung lebih murah.  Mbak kasirnya heran lihat aku beli Pride Prejudice, terserah deh.  :D

I do love this novel. XD

Mikir-mikir lagi untuk mengobati rasa “bersalah” beli novel di pameran buku Islam, aku sebaiknya beli buku tentang agama deh. Muter-muter lagi. Ada yang harganya ok *baca murah, tapi isinya kurang ok. Ada yang isinya ok, tapi harganya ratusan ribu. No! Setelah berkeliling, aku tertarik dengan Al-Qur’an terjemahan yang kecil ada tajwidnya bersampul ungu di stand Al Maghfirah. Aaaak, aku sudah lama kepingin Al Qur’an yang seperti itu. Tapiiii, sayangnya tinggal satu dan kondisinya agak rusak sampulnya.  Huhuhu..

Yasudah, ayok berkeliling lagi. Setidaknya aku ada gambaran untuk membeli Al-Qur’an. Selama berkeliling itu aku belum juga menemukan Al-Qur’an seperti yang aku idamkan. Ada yang kecil bersampul ungu, tapi tidak  ada tajwidnya. Kalau pun yang ada tajwidnya dan bersampul ungu, ukurannya besar. Begitu ada yang memenuhi kriteria, harganya jauh lebih mahal.

Aku menyerah! Kembalilah aku ke stand Al Maghfirah, mencoba bernegosiasi dengan penjaga standnya. Nggak apa-apa deh, sampulnya agak rusak, tapi didiskon gitu untuk kompensasinya. *Otak ekonomis.  Tapi, ternyata tidak boleh. Akhirnya si mbak penjaga stand, memberikan kartu nama. Aku disarankan untuk membeli yang kondisinya masih ok saja, nanti dikirim saja ke rumah. Karena kantornya ada di Duren Sawit, kosku ada di Rawamangun, jaraknya dekat, kemungkinan ongkirnya murah. Oklah kalau begitu. Oiya, aku akhirnya membeli buku kecil kumpulan dzikir pagi dan sore. Setidaknya ini bisa dibilang buku agama kan ya? *maksa!

Hari sudah sore, kaki sudah gempor, tas pun sudah agak penuh, mari pulang.  Iya, naik busway lagi. Oiya, berbeda dengan di halte Pemuda, di halte GBK aku bisa membayar dengan e-money dong. Jadi cukup taping  saja kartu flash BCA di gerbang pintu masuk, lalu bisa lenggang kangkung masuk dan mengantri menunggu busway. Nggak ada lagi tuh acara ngantri beli tiket. Hehehe…

Ok, cukup sekian ocehan kali. Yang berminat untuk mengunjungi Islamic Book Fair2014, hari ini, Minggu, 9 Maret 2014 adalah hari terakhir.  Oiya, fyi, di JCC juga sedang digelar beberapa pameran, jadi silakan sekalian mampir saja.

See you, guys! :D

Tidak ada komentar: