Senin, 19 November 2012

November Long Weekend: Missing Home

Alohaaa..
Hoaaahm.. Rasanya kantuk masih menggantung di pelupuk mata. Liburan yang (terlalu ) panjang justru membuat malas, bukannya memberikan semangat di  hari Senin. Padahal aku juga nggak kemana-mana. Paling hari Kamis aku dan kakak sekeluarga ke Senen terus lanjut main ke rumah saudara di Klender. Selebihnya tiga hari yang tersisa, hanya aku habiskan di rumah (Bekasi).

Tapi tiga hari di rumah (Bekasi) itu agak menyiksa. Aku tidak bisa menikmati liburan. Ada rasa rindu yang menggumpal di hati dan pikiran. Jangan berpikir aku merindukan rutinitas harianku di kantor dan perjalanan ke sana. Big NO! Yang sedang mengganggu adalah rasa rindu rumah. Aku kangen rumah dan seisinya! Bukan rumah (punya kakak) yang di Bekasi, tapi rumah orang tuaku yang di kampung halaman.



Sudah hampir 3 bulan aku meninggalkan rumah. Terakhir kali aku berada di rumah adalah sekitar akhir bulan Agustus kemarin, libur Lebaran. Sejak saat itu aku belum pulang lagi. Sebenarnya setiap weekend bisa saja aku pulang. Tapi itu namanya pemborosan, apalagi untuk orang yang gajinya di bawah UMR.Wkwk. Jadi, pilihannya ya pulang kalau ada long weekend, saat Jumat atau bahkan Kamis libur. Beruntungnya, dari Oktober sampai Desember selalu ada long weekend. Meskipun begitu aku tidak memanfaatkan semua long weekend yang ada untuk pulang. Alasan utamanya ya tentunya budget. Alasan klasik. Haha. Setelah mempertimbangkan pengeluaran dari Oktober sampai Desember, akhirnya aku putuskan untuk pulang pas libur Natal. Lumayan kan bisa menikmati rumah selama 4 hari. Hehe

Sampai hari Rabu kemarin, semuanya masih baik-baik saja. Kepingin pulang sih, apalagi banyak teman yang pulang, tapi belum sampai taraf kepingin banget sekali. Tapi, begitu menelepon Ibu hari Kamis pagi, mendengar suara Ibu, ngobrol, tiba-tiba pandangan mata kabur oleh air mata. Aku kangen rumah! Kangen memeluk Ibu dan mencium pipinya yang sekarang sudah penuh dengan keriput. Kangen ngobrol bersama Bapak. Kangen diantar kemana-mana oleh kakak yang di rumah (aku punya 3 kakak). Kangen kamar yang di rumah. Kangen udara rumah. Arghhh.. setelah sekian lama kangen itu aku tahan, semuanya meledak ketika aku menelpon Ibu. Selalu saja seperti itu. Itulah mengapa aku jarang menelpon Ibu. Rasa kangen tidak akan terobati, tapi justru akan semakin menguatkan.

Rumahku hanya sebuah bangunan tua yang dibangun di akhir tahun 1970an. Di saat hujan terkadang bocor di beberapa bagian. Tapi rumah selalu memberi rasa tentram yang berbeda. Jika berada di rumah, aku selalu merasa aman. Seolah-olah semuanya akan baik-baik saja. Udara rumah selalu menyegarkan, memburai semua masalah yang menggelayut di pikiran. Betapa aku sangat merindukan rumah dan isinya!
:(

Note:
Gambar di ambil dari sini.


2 komentar:

Ika Mustikawati mengatakan...

Aaaah aye jadi bersyukur menghabiskan full 4 hari di rumah aja :')
Sabar yaaak bentar lagi kan bisa pulang :*

Anonim mengatakan...

Lu mah di rumah sendiri itu, tant. :(

Iyup, bulan depan, gw pulaaaang. :D