Selasa, 06 November 2012

How do I go to office?

Ok, this posting is posted especially for my beloved Zahara . :p I've promised her to explain her about how do I go to my office. So, read carefully and enjoy it, jeeng. hihi.

Sekarang aku tinggal di rumah yang terletak di kawasan Bekasi Timur (actually it's my brother's :p) , termasuk dalam wilayah provinsi Jawa Barat. Sementara lokasi kantorku ada di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Setiap hari aku harus menyeberang batas wilayah provinsi. Istilah kerennya AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). :p



Biasanya aku berangkat dari rumah sekitar pukul 05.20an. Ada beberapa pilihan moda transportasi yang bisa aku gunakan. Dari rumah aku naik motor. Lalu aku lanjut ke moda transportasi berikutnya. Biasanya aku melanjutkan perjalanan dengan KRL atau bus. Kalau aku naik KRL, aku harus ke stasiun Bekasi yang terletak di kawasan Bekasi Utara. Motor aku titipkan di penitipan motor dekat stasiun. Waktu tempuh dari rumah ke stasiun sekitar 30-45 menit, tergantung tingkat kemacetan. Hehehe.

Biasanya aku naik KRL Ekonomi yang jadwal keberangkatan dari stasiun Bekasi pukul 05.50 WIB. Ongkosnya hanya Rp1.500 lho, murah meriah. :D Selain itu, terkadang (dulu) aku naik KRL Commuter Line dengan jadwal keberangkatan pukul 06.05. Tapi semenjak kenaikan tarif KRL CL tanggal 1 Oktober kemarin, aku sudah nggak pernah naik CL lagi. Semula tarifnya hanya Rp6.500,00 sekarang jadi Rp8.500,00, mahaaal. Sayang kan, uangnya bisa untuk beli buah pas makan siang. :D
 Suasana KRL Ekonomi. Yang kiri bawah itu karcisnya. :)

Lagipula, lebih seru naik kereta ekonomi dibanding CL AC. Lebih rame. Ada banyak pedagang dengan berbagai jenis dagangan, koran, pulsa, aneka jenis makanan, kaos kaki, jepit rambut dan temen-temennya, bangku lipat, tas, dan lain-lain. Para penumpangnya juga banyak yang ngobrol. Kalu aku suntuk, nggak ada bahan bacaan, dan HP lowbat, aku terkadang dengerin (baca: nguping) obrolan  mereka lho. Hihihi . Kalau ada tempat duduk kosong, biasanya yang bapak-bapak atau mas-mas sering mengalah, nawarin dulu tempat duduk itu ke wanita, Berbeda dengan penumpang CL AC, nggak ada yang jualan selama perjalanan. Para pedagang hanya diperbolehkan berjualan di dalam kereta kalau keretanya berhenti di stasiun keberangkatan dan stasiun akhir (Bekasi dan Jakarta Kota). Para penumpangnya juga lebih sibuk dengan urusan masing-masing, pandangan mata terfokus pada gadget masing-masing dan telinga tertutup dengan handsfree.

Selanjutnya, aku turun di stasiun Juanda. (Untuk rute KRL bisa dilihat di sini). Lalu aku melanjutkan perjalanan ke kantor dengan berjalan kaki. Agak jauh sih, tapi percaya deh, perjalanan ini menyenangkan. Pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan ini adalah Masjid Istiqlal, Gereja Katedhral, Lapangan Banteng. Kalu aku lewat Jalan Lapangan Banteng Utara, selanjutnya ada Kantor Pos Besar Jakarta. Sedangkan kalau aku lewat (masuk) Lapangan Banteng, pemandangannya ya Hotel Borobudur, lalu Gedung Kemenkeu.  :) Waktu yang aku butuhkan untuk jalan dari stasiun ke kantor sekitar 15 menit. Masih bisa absen sebelum pukul 07.30 lah. :D
Suasana di Stasiun Juanda. (Aku ambil gambarnya pas malam hari ini)

Beberapa sudut Masjid Istiqlal

Gereja Kathedral

 Trotoar di tepi Lapangan Bnateng  (Jalan Lapangan Banteng Utara.)




 Taman Lapangan Banteng yang sedang sepi. Tumbenan ini, biasanya banyak orang yang jogging di sini.
 Gedung Kementerian Keuangan

Sementara kalau aku naik bus, motor aku titipkan di penitipan motor di dekat pintu tol Bekasi Timur. (Fyi, ada 2 pintu tol di Bekasi, Bekasi Barat dan Bekasi Timur). Dari rumah ke tol timur waktu tempuhnya sekitar10-15 menit. Selanjutnya aku naik bus 9A (Bekasi Timur-Senen). Jalurnya Bekasi via pintu tol Bekasi Timur, Tol Cikampek (mampir di Jatibening), pintu tol Halim, Pedati/Prumpung, Stasiun jatinegara, Matraman, Kramat, Atrium, RSPAD, Lapangan  Banteng, Terminal Senen. Jadi, aku bisa turun pas di depan kantor. Ongkosnya cukup Rp4.500,00 saja.

Suasana dalam bus 9A

Actually, I prefer the train to the bus. Why? Because the train is more and more comfortable than the bus. Meskipun posisinya sama-sama berdiri dari Bekasi sampai Lapangan Banteng tetep saja rasanya lebih mending kalau naik kereta. Kalau naik kereta meskipun kereta ekonomi "baunya" itu lebih mending, nggak neg seperti kalau naik bus. Apalagi kalau sedang macet, perlu usaha yang keras biar nggak mabok. @_@ Tapi, kalau aku berangkat dari rumah agak kesiangan, aku memilih untuk naik bus. Kenapa? Karena ke Tol Timur itu lebih dekat dibanding ke stasiun. Lagipula, kereta kan terjadwal keberangkatannya. Berbeda dengan bus 9A yang hampir tiap 5-10 menit ada (tetep aja bus ini selalu penuh tapinya "-_-). Lebih flexible jadinya kan?

Kalau pulangnya ya menyesuaikan dengan apa aku berangkat. Kalau naik bus, ya pulang naik bus, tinggal nunggu di depan kantor. Kalau naik KRL, ya pulangnya naik KRL dari stasiun Juanda. Tetapi, akhir-akhir ini  aku lebih sering numpang ibu-ibu selantai yang bawa mobil sih. Hehe..

Ok, begitulah ceritanya aku pergi ke kantor. Sudah lunas janjiku padamu ya, jeung Zahara? :D





5 komentar:

Ny. Auliya mengatakan...

aku baru baca hehe.. Lunas lunas..
Tapi Un, aku masih ga bisa bayangin gimana capeknya kamu tiap malem.. PP Bekasi - Jakarta terus,, beberapa jam hidupmu di jalan.. :(

btw, cemungudh yaaa kakaaa *aku diajari cah2 PKL ning KPP ku hahaaa :P

Ika Mustikawati mengatakan...

Tadi perasaan gw udah komen deh Un, tapi kok ilang -__-

Nia mengatakan...

@yahara: ahaha.. ribuan orang di sini juga melakukan perjalanan panjang seperti itu kok, jeng. Ini perjuangan demi bertahan hidup. *tsah *kibas kerudung :p

@Iko: komen lagi aja, tanteh. :D

health mengatakan...

ini kenapa ya foto-fotonyua ada yanbg tidak keluar??


myspaceblog mengatakan...

wow salut deh...