Kamis, 05 Juli 2012

Terjebak di Kehebohan Kampanye @_@

Ok, langsung saja ya. Sabtu kemarin, aku dan mbak teman kerjaku satu biro jalan ke daerah Kuningan. Kami mau jadi suporter tim futsal biro kami yang melaju ke semifinal di turnamen futsal yang diadakan oleh instansi tempat kami bekerja.

Tujuan utamaku sih sebenarnya bukan jadi suporter, tapi untuk mewujudkan cita-cita naik motor punya sendiri ke Jakarta. :D Konyol memang. Tapi, yah, apa mau dikata, aku nggak mengerti dengan baik jalanan di Jakarta. Ruwet! Jadinya, mumpung ada kesempatan aku langsung jalan deh. :D Aku yang bawa motor, sedangkan si mbak jadi penunjuk jalan. Si mbak satu ini memang sudah canggih dalam urusan seluk beluk jalanan Jakarta. Ok tancaaap!



Perjalanan dari Bekasi, mampir sebentar di Pondok Kelapa, lalu ke Kuningan lancar jaya, nggak pakai acara macet. Tumbenan sekali. Tapi memang weekend sih ya.

Singkat cerita, tim biro kami menjadi juara 3 di turnamen futsal tersebut. Sebelumnya di semifinal, tim kami dikalahkan oleh tim yang akhirnya jadi juara 1. Selamat..selamat.. :)

Setelah acara futsal selesai, aku dan 2 orang mbak teman kantorku mau makan siang di Pasar Festival. Si mbak manajer tim ke sana jalan lewat jembatan penyebrangan. Karena aku boncengan bawa motor dengan mbak yang satunya, jadi kami harus putar arah dulu. Dan di sinilah kejutannya, sodara-sodari, begitu masuk ke jalan Rasuna Said, jalanan rame banget, penuh dengan berbagai jenis kendaraan dari metro mini, bus kota, angkot, motor sampai mobil pribadai. Dan yang lebih mencengangakan semakin lama semakin banyak orang yang terlihat menggunakan atribut kampanye salah satu calon gubernur DKI. Oh, my God! Ok, jadi kami terjebak di lautan masa simpatisan calon gubernur. Bagus!

Jadi simpatisan itu ada yang naik motor, ada yang jalan kaki, ada yang naik metromini dan ada yang naik mobil pribadi. Semuanya tumplek bleg di jalanan. Jalanan jadi padat. Motorku hanya bisa bergerak beberapa meter saja, berhenti, gerak 2-3 meter, berhenti, dan begitu seterusnya. Dan untuk informasi, saat itu sekitar jam 12.00 WIB. Panasnya, ampunlah pokoknya. Yang membuat sebal adalah ada banyak motor yang di parkir sembarangan di sepanjang Jalan Rasuna Said, yang tentunya semakin memperparah kemacetan. Bahkan ada motor yang sengaja di parkir melintang. Jujur aja, saat itu hasrat untuk menabrak motor itu sangat besar. Berbagai jenis umpatan rasanya udah siap di ujung lidah. Astagfirulloh..



Suasana Jalan Rasuna Said, Sabtu, 30 Juni 2012


Dan begitu sampai depan Pasar Festival jumlah simpatisan kampanye justru semakin banyak. Nah lho, aku dan mbak teman kerjaku mulai curiga, jangan-jangan lokasi kampanye memang di situ. Dan ternyata tidak salah, kampanye memang diadakan di GOR Soemantri Brodjonegoro, di sebelah Pasar Festival. Pintu masuk Psaar Festival penuh dengan para simpatisan. Parkir Pasar Festival juga penuh. Kami diarahkan untuk parkir ke gedung sebelah. Tempat parkir di sana juga penuh. Dan sekali lagi kami harus pindah ke tempat parkir yang lain. Kondisinya juga tidak jauh berbeda dengan 2 tempat parkir sebelumnya. Karena sudah males, capek, dan sebal, acara makan di Pasar Festival dibatalkan. "-___- Mbak manajer tim pun ditelpon, dan kami minta maaf karena kami nggak bisa nyusul ke Pasar Festival. Kami akhirnya memutuskan untuk pulang dan makan siang di kawasan Tebet. Hmmm....

Tolong kepada bapak-bapak calon gubernur DKI Jakarta agar lebih bijak dalam mengatur acara kampanyenya. Kemarin, aku nggak melihat sama sekali polisi di Jalan Rasuna Said yang mengatur lalu lintas. Alangkah lebih baiknya, kalu di jalanan dekat lokasi kampanye juga diamankan oleh para aparat. Sehingga ketertiban jalan bisa lebih dijaga. Pengguna jalan yang bukan para simpatisan kampanye pun tidak terganggu kenyamanannya. Selain itu, tolong diperhatikan para simpatisannya. Karena kemarin aku banyak sekali melihat para anak-anak yang ikut serta dalam acara kampanye. Bukankah kampanye hanya diperuntukkan untuk para calon pemilih saja ya, pak?

Dan untuk bapak-bapak yang terhormat, tolong jangan menambah kemacetan di Jakarta yang sudah ruwet ini. Kita semua tentunya menginginkan Jakarta yang lebih baik kan, Pak? :)


Note: Fotonya didapat dari situs ini

Tidak ada komentar: