Selasa, 04 Februari 2014

Samapta: Cukup sekali, tapi akan selalu terkenang seumur hidup Part 2#

Hallo. Wuih, cepat ya, sekarang sudah masuk bulan Februari 2014. Diskonan sudah selesai, mari kembali mengencangkan ikat pinggang. *Ngaco

Sesuai dengan judul di atas, aku akan melanjutkan ocehanku tentang Samapta. Iya, sambungan ocehan ini jaraknya terlampau jauh, udah telat bener. Tapi lebih baik telat kan daripada nggak ada kelanjutan sama sekali. *Ngeles.

Pertengahan bulan Januari kemarin, aku sempat jadi panitia penyambutan CCPNS baru di kantor. Karena satu dan lain hal, aku dapat tugas untuk nge-MC stand up comedy di depan. Nggak percaya kan? Sama! Ahahaha.Acara utamanya sih diisi ceramah dari pejabat-pejabat.Nah, di sela-sela acara utama agar peserta tidak bosan, mengocehlah aku dan partners (orangnya ganti-ganti, tergantung sikon) tentang instansi kami. Biar mereka tahulahseperti apa sih instansi tempat mereka akan mengabdi ini, seragamnya bagaimana, kantornya dimana saja, mars nya bagaimana (*malu sangatlah suara fals gini). Dari semua topik, yang paling menyita perhatian adalah tereteeeeng…Diklat Samapta.Semuanya langsung khusyuk kalau kami bercerita dan memutar video Samapta.

Aku pun teringat, kalau ocehan Samaptaku di sini masih nanggung. Jadi,  sekarang ayok dilanjutkan.
Fisik dan material pendukung sudah disiapkan.Dan, tadaaa… tiba-tiba sudah hari Minggu, h-1 Samapta dimulai.Pagi-pagi, dengan diantarkan orang serumah Bekasi, aku menuju pusdiklat, tempat pelaksanaan Samapta.Saat itu, sudah banyak teman-teman seperjuangan yang sudah datang.Kami dikumpulkan di aula untuk melakukan registrasi.Selanjutnya, kami diarahkan panitia untuk melakukan tes kesehatan di poliklinik Pusdiklat.Karena ada sekita 80an ornag peserta, tes ini baru selesai siang hari.Acara setelah itu kosong.Kami baru diminta untuk berkumpul lagi pukul 17.00 WIB.

Sebagian besar teman, memilih untuk pulang ke rumah melanjutkan persiapan yang belum selesai.Sementara aku dan beberapa teman memilih untuk tetap berada di Pusdiklat.Malas pulang lagi, Bekasi jauh. Selain itu, kami pun  ingin mulai beradaptasi dengan barak. Tempat kami bermalam selama Samapta nama aslinya Asrama C, tapi lebih sering disebut barak.  Barak terdiri dari 3  lantai. Setiap lantai terdiri atas satu ruangan besar yang dipenuhi dengan tempat tidur kami, velt bed.Kamar mandi ada di masing-masing sisi kanan dan kiri ruang tidur.Yang laki-laki menempati lantai 1 dan 2, lantai 3 ditempati oleh perempuan.Yah, namanya juga diklat semi militer, sikon pun disesuaikan.Tidak Ac maupun kipas angin.Kalau panas, cukup buka jendela saja.

Pukul 5 sore, para peserta sudah mulai berdatangan kembali ke pusdiklat. Beberapa ibu-ibu, ada yang diantar oleh anak-anaknya yang masih balita.Aih, kasihan sekali mereka, harus berpisah dari ibunya.Tapi ini demi negara, nak. *Tsah. Karena belum ada tanda-tanda apapun dari panitia, kami para peserta pun berfoto-foto, kenang-kenangan sebelum Samapta, selagi masih kinclong tampangnya.

Baru setelah sholat Magrib, kami dikumpulkan di ruang makan.Nah, di sinilah, pertama kalinya aku dan teman-teman bertemu dengan pelatih. Selama diklat ini berlangsung kami akan dibimbing dan dilatih oleh tim pelatih dari militer. Deg-degan lho aku saat itu.Yakan, sebelumnya belum ada sejarahnya aku berhubungan dengan bapak dan ibu berseragam loreng ini.Apalagi suasana di ruang makan pun menjadi senyap. Oiya, kami makan dengan tata cara disiapkan sebelum dan sesudah makan. Yang membuat stres adalah katanya kami harus menghabiskan semua makanan kami.Dan, saat itu kami mendapatkan menu makanan nasi kotak yang porsinya besar sekali.Alamak, bagaimana ini ceritanya harus abis, mana pelatihnya mengawasi pula.Tapi, akhirnya karena sudah kenyang sangat, aku tidak menghabiskan makananku.Lirik punya teman semeja pun mereka tidak habis.

Setelah makan malam, kami dikumpulkan di aula.Kami dibariskan sesuai dengan kelas.Ada 3 tiga kelas, aku termasuk dalam kelas C. Ada beberapa pengarahan dari panitia dan latihan upacara pembuka.Nah, di sinilah aku dan teman mulai berkenalan. Kami memang satu instansi, tapi kan kantorny tersebar di mana-mana, jadi wajarlah kalau banyak yang belum kenal. Apalagi aku dan beberapa teman yang baru saja pindah instansi. Setelah itu, ada pembagian keperluan diklat yaitu 2 stel seragam PDL, satu pasang sepatu PDL, kaos kaki, kaos, kopel (sabuk besar), topi, tali kaos kaki, ransel dan tempat air minum. Selama Samapta, kami memakai seragam PDL, bentukannya miriplah dengan seragam satpam. Malam itu kami juga diajari untuk memasang tapi sepatu PDL agar mudah saat memakai dan membukanya.Oiya, kami pun diharuskan untuk mengumpulkan semua alat komunikasi. Selama diklat berlangsung, kami tidak diperkenankan untuk menggunakan alat komunikasi apapun, kecuali keadaan darurat.Selanjutnya, kami diminta untuk kembali ke barak.Yak, ini malam pertama tidur di velt bed.Nyaman kok, tapi tetap lebih enak tempat tidur sendiri.:p

Bagaimana kegiatan selama Samapta? Tunggu saja di ocehan selanjutnya. 
See youuu....

Tidak ada komentar: