Minggu, 28 April 2013

Dari Gambir, Singgah Rawamangun, Berujung di Inacraft 2013


Hai, hai! Aku mau mengoceh lagi kali ini. Ocehan kali ini tentang kluyuranku Sabtu kemarin. Dari Senin sampai Jumat kemarin, rasanya pekerjaan tidak ada habisnya di kantor. Jadi, weekend itu maunya leha-leha di rumah saja mengistirahatkan badan. Tapi, hari Sabtu kemarin mbak Zahara, sahabatku dari jaman SMA, mau kembali ke Semarang. Kami dari bulan Maret tahun lalu belum ketemu sama sekali, jadinya kemarin selagi ada kesempatan, aku pun meluncur ke Gambir. Mbak Zahara ini baru selesai mengikuti Prajab gelombang 3 di Jakarta selama 3 minggu kemarin. :D


Jam 6.30 aku berangkat dari rumah, mampir ke minimarket sebentar, lalu ke Tol Timur Bekasi menunggu P 9A. Karena sekarang KRL tidak berhenti di stasiun Gambir, aku lebih memilih ke sana dengan naik bus. Dari Tol Timur naik P 9A (Bekasi Timur-Senen), turun di depan Atrium, lalu lanjut naik busway turun di Halte Gambir 1. Dan aku sampai di Gambir sekitar pukul 08.00. Keretanya Mbak Zahara berangkat pukul 09.30 jadi kami masih ada waktu sekitar 1,5 jam lah untuk ngobrol ngalor-ngidul melepas kangen. Hehe.
Pukul 09.15 Mbak Zahara menuju ke peron. Karena, sekarang para pengantar dan penjemput tidak boleh masuk peron, jadinya aku hanya bisa mengantar si Mbak sampai pintu masuk peron. Hope we’ll  meet again next month, mbak!  Ada banyak hal yang harus kita bicarakan. :D

Nah, selanjutnya aku bingung mau apa. Masa iya, mau pulang? Nanggung oi. Baru jam 10.30, pulang ke rumah ujung-ujungnya diajak kakak main ke mall lagi. Bosen. Tapi, kalau tidak pulang, mau kemana? Si Tante sudah ada  jadwal penting yang tidak bisa diganggu gugat hari itu. Nenek berada nun jauh di pulau seberang. Kata Nenek, main ke Galeri Nasional aja. Tapi, malas rasanya kalau jalan sendiri.  Akhirnya, cari-cari korban untuk diajak main via Whatsapp. Say hi, tanya posisi di mana, hari ini ada acara apa ke beberapa teman sekelas semasa Prajab kemarin. Dan akhirnya dapat teman main dan tujuan main diarahkan ke Inacraft 2013 yang diadakan di JCC, Senayan. Satu teman posisinya ada di rumah di kawasan Pasar Minggu. Yang satu posisinya ada di kosan di Rawamangun dan dia tidak tahu menahu arah di Jakarta ini.  Satu lagi partisipan ada di daerah Cempaka Putih, nanti mau menyusul aja ke JCC setelah sholat Dhuhur
.
Jadi dari Gambir, aku harus jemput teman yang satu itu ke Rawamangun. Dari Gambir aku naik busway, tepatnya dari hal Gambir 2. Selanjutnya turun di halte Cempaka Timur, lalu jalan ke halte Yos Sudarso Cempaka Mas. Ganti busway, lalu turun di halte A. Yani depan kantor. Menunggu sekitar 15 menit di halte, si teman pun datang. Perjalanan pun dilanjutkan. Naik busway lagi transit di halte UKI, pindah busway, turun deh di halte Senayan JCC. Nah, saat sampai di halte Senayan JCC kebetulan hujan sedang turun dengan deras. Kami pun berteduh di halte menunggu hujan reda. 

Setelah hujan cukup reda, kami pun berjalan menuju JCC. Teman yang dari Pasar Minggu dan Cempaka Putih belum sampai, jadinya kami masuk duluan ke JCC. Di depan JCC, sudah ramai pengunjung. Dari banner dan spanduk yang dipasang, ternyata Inacraft 2013 ini didukung oleh media massa seperti koran, radio, dan stasiun televisi .Itu berarti telah diiklankan di berbagai media partner tadi. Tapi kok aku tidak pernah tahu ya? Tahunya malah dari teman. #Malu Pameran ini diadakan dari tanggal 24 s.d. 28 April 2013. Tiket masuknya Rp20.000/orang.  Info lebih lanjut silakan dilihat di sini.

Bagaimana situasi di Inacraft 2013? Rame sekali, Saudara-Saudari. JCC yang sebegitu luasnya hampir seluruhnya dijadikan ruang pamer yang dipenuhi dengan banyak sekali stand peserta. Dari ujung ke ujung dapat kita temui berbagai macam produk kreatif hasil karya anak bangsa. Mulai dari batik yang berasal dari berbagai daerah, perhiasan, sepatu, hiasan dinding, keramik, dan masih banyak lagi.   

Dari jam 12 siang sampai jam 6 sore dengan jeda makan siang dan sholat, aku dan teman-temanku mengelilingi JCC. Dari awalnya hanya berdua, rehat untuk makan siang, masuk lagi ke JJC , teman dari Cempaka Putih bergabung jadi bertiga. Lalu teman dari Pasar Minggu dan adiknya datang, tapi kami hanya jalan bareng sebentar. Lalu kami bertiga lagi, lalu ada satu teman dari Tanah Abang gabung, jadi berempat saat rehat sholat ashar. 

Pameran ini sangat mengesankan, karena kita bisa melihat berbagai macam barang yang unik. Namun, sayang seribu sayang, pameran ini diselenggarakan di akhir bulan, saat kantongku sedang tiris. Huhuhu. Barang-barang yang dipamerkan mayoritas dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Ada harga ada barang lah ya. Jadinya aku hanya bisa membeli bejana dari kaca. Niatnya sih nanti mau diisi ikan, dijadikan akuarium. Mengapa aku membeli barang itu? Karena harganya hanya Rp10.000,00 saja, Saudara-Saudari. Hehehe.
Inilah wujud bejana seharga Rp10.000,00. :D

 Karena sudah malam, dan besok hari Senin, dicukupkan sekian saja ocehanku tentang kluyuran absurd kemarin.  Sampai jumpa di ocehan selanjutnya, kawans. :)

PS: Kemarin tumbenan aku tidak ada niatan untuk mengambil gambar  saat pameran. Jadi mohon maaf jika ocehan ini rasanya kurang nikmat karena kurangnya visualisasi kondisi Inacraft 2013.

Tidak ada komentar: