Sabtu, 12 Januari 2013

Di ac 05

Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju Istora Senayan. Iyup, it's for another book fair, named "Pesta Buku Murah". Sebenarnya dan sesungguhnya keuangan sedang tiris. Seminggu kemarin, aku baru saja beli baju dan sepatu. Bukan karena "pingin", tapi karena butuh (demi kantor baru).Tapi, begitu dengar judul acara pameran buku kali ini, mana bisa aku tahan untuk melewatkan acaranya. Jadi, dibuatlah pos anggaran pengeluaran dadakan sekali untuk bulan ini. Huhu..

Sebenarnya aku janji dengan mas dan mbak dari kantor lama pukul 10.00 ketemu di Istora. Tapi tadi di rumah sedang agak sibuk. Jadi aku baru meluncur jam 10.30 dari rumah.



Untungnya pas keluar dari tempat penitipan motor, ada Ac 05 yang datang. Aku lari demi mengejar bus ini. Kalau menunggu bus selanjutnya sepertinya akan lama. Daan, aku dapat tempat duduk. Alhamdulillah, tidak sia-sia tadi lari-larian.

Ac 05. Ini bis kota pertama yang aku naiki saat ke Jakarta 5 tahun silam. Saat itu, aku diantar kakak untuk mendaftar di salah satu perguruan tinggi kedinasan di Pondok Betung, Bintaro. Saat itu tidak bus yang langsung dari Bekasi ke Bintaro. Jadi rute perjalanan kami menjadi, Bekasi-Blok M naik ac 05, lanjut ke Bintaro naik metro mini 71, terakhir ke lokasi kampus naik angkot 09/05. Di tingkat satu sampai awal tingkat dua, kalau ke Bekasi dan balik lagi ke Bintaro aku sering menggunakan rute ini. Tapi, selanjutnya aku lebih sering naik Agra Mas, dari pintu tol veteran Bintaro langsung ke Bekasi Timur.

Saat naik Ac 05, aku seringkali disuguhi dengan tampilan para pengamen. Tapi, uniknya di Ac 05, lagu-lagu yang dinyanyikan sangat ear catching. Seperti tadi, ada pengamen yang memainkan lagunya Diana Ross, When You Tell Me That You Love Me. Dulu pernah ada yang memainkan Ordinary People-nya John Legend.:)

Kalau tadi, ada satu lagi tambahan pengalaman menarik di Ac 05. Si mas kondekturnya marah ke penumpang yang membayar dengan uang yang nominalnya besar. Dia mengomel kalau ini tuh bus ya, bukan bank untuk menukar uang. Uang recehnya sekitar 400ribu habis buat kembalian. Aku, yang tadi membayar dengan uang seratus ribuan tidak luput dari dampratan si mas kondektur. "¬_¬

Hmmmm... memang selalu ada pengalaman menarik saat menggunakan kendaraan umum. Oklah, cukup sekian ocehan kali ini. Ocehan selanjutnya akan aku ceritakan tentang perburuan buku di Pesta Buku Murah. See youuu, guys!


Nb: kalau ada kesalahan penulisan, harap dimaklumi. Ocehan ini diketik di mobile phone. Bisa dibayangkan kalau keypad-nya itu kecil dan kurang proporsional dengan jari tanganku yang sebesar jempol semua ini. Hahaha.
posted from Bloggeroid

2 komentar:

Ika Mustikawati mengatakan...

Haaaah kembalian 400rb? emang bayarnya pake duit nominal berapa?

Nia mengatakan...

Maksutnya uang dengan nominal kecil yang disiapkan untuk kembalian itu awalnya berjumlah Rp400.000,00 , tanteeeh. :p