Kamis, 14 Juni 2012

Masa ya anak sekolah bawa sabit???


benda kayak gini nih yang tadi dibawa sama anak SMA yang berdiri di pintu bis. "-__- (gambar ini diambil dari sini)


Shock! Itu ekspresi yang aku tunjukkan saat melihatnya. Yak, mari aku ceritakan secara lengkap apa yang aku alami tadi pagi.




Tadi pagi aku berangkat dari rumah sekitar jam 05.20an. Karena keadaan lalu lintas yang cukup padat, aku baru sampe di tol timur Bekasi sekitar pukul 05.45an. Pikirku, kayaknya susah deh kalu mau ngejar kereta yang jam 06.05, harus pake acara ngebut segala pula. Akhirnya aku mutusin untuk naik bis aja.


Setelah markir motor di penitipan, jalan deh aku ke pintu masuk tol timur. Sebenarnya pas itu sudah ada bis P9A (jurusan Bekasi-Senen via Prumpung), bis yang mau aku naiki. Tapi kayaknya agak penuh dan bisnya juga berhenti agak jauh dari tempatku berdiri. Yaudahlah, aku naik bis yang selanjutnya aja. Fyi, armada P9A itu banyak banget. Hampir setiap 5 menit lewat lho.


Nah, begitu ada bis yang selanjutnya dan keliatan cukup lega, aku naik deh ke bis itu. Artian cukup lega di sini adalah yang berdiri masih sedikit, kalau tempat duduknya sih udah penuh semua. Untungnya, tadi aku dapat tempat duduk lho, tapi bukan di kursi sih. Aku dapat tempat duduk di atas mesin yang di samping pak supir yang dikasih kardus. Yah, ini semacam tempat duduk tambahanlah. Lumayanlahya, seenggaknya aku bisa duduk (walaupun cuma nyempil sih "-___-) daripada harus berdiri dan panas-panasan.


Awalnya perjalanan pagi tadi lumayan lancar. Bis melaju dengan cukup cepat di jalan tol. Perjalanan agak tersendat saat mau masuk ke pintu tol Cawang (kalu nggak salah ya, aku masih agak nggak hafal jalan soalnya. "-__-). Bis berhenti lagi di beberapa tempat untuk menurunkan penumpang. Waktu sudah sampai di daerah Kampung Melayu, ibu-ibu yang duduk di kursi belakang sopir turun, aku pun pindah tempat duduk di situ. Saat itu juga ada beberapa anak SMA yang naik. Dan bis pun melaju lagi melanjutkan perjalanan.


Dan, saat aku sedang asyik melihat jalan, tiba-tiba ada segerombolan anak SMA di pinggir jalur busway yang berteriak-teriak dan sudah siap dengan ikat pinggang mereka di tangan, seperti mau menyabet sesuatu. Dan ternyata begitu bis yang aku naiki melewati segerombolan anak SMA tadi itu, mereka menyabetkan ikat pinggang ke badan bis. Aku dan beberapa penumpang bis di bagian depan tentunya kaget. Anak-anak SMA yang ada di dalam bis pun heboh, berteriak-teriak. Dan saat aku melihat ke seorang anak SMA yang berdiri di pintu, ternyata dia memegang sabit. Iya, sabit, dan dia mengarahkannya ke luar pintu, seperti mengancam ke gerombolan anak SMA yang memukuli bis kami. Penumpang yang lain pun ternyata melihat aksi anak itu. Mereka pun berteriak dan mengumpat anak SMA itu. Suasana di dalam bis semakin heboh. Dari sini dapat disimpulkan dong ya kalu anak SMA yang memukuli bis dengan ikat pinggang tadi adalah musuh dari gerombolan anak SMA yang ada di dalam bis.


Pak sopir pun segera menaikkan laju bisnya, berusaha menghindari anak-anak yang tadi memukuli bis, menghindari tawuran yang sangat mungkin terjadi. Sampai-sampai lampu merah juga dilanggar lho, demi keselamtan penumpang. Setelah agak jauh, anak-anak SMA yang ada di dalam bis dipaksa turun. Dan tentunya diiringi dengan teriakan penuh umpatan para penumpang bis.


Aku bener-bener shock waktu lihat kejadian tadi. Secara gitu, aku duduk di belakang pak sopir, deket banget sama pintu dan bocah-bocah SMA itu. Bayangin aja kalu bocah-bocah SMA itu jadi berantem, timpuk-timpukkan, batu melayang, kaca pecah, kemungkinan besar aku bisa kena kan. Jadi tadi itu mulutku komat-kamit, beristigfar, takut banget. Ini pertama kalinya aku nemui kejadian kayak gini semenjak aku hidup di Jakarta(Bintaro dan Bekasi sih) selama 4 tahun ini.


Dan, saudara-saudara, ternyata ada anak kecil lho, anak SD gitu sama ibunya yang berdiri di dekat pintu. Dan kayaknya anak itu keterbelakangan mental. Kasian banget tadi lihatnya. Meskipun bocah-bocah SMA udah turun dari bis, ibu si anak SD tadi masih teriak heboh, nyumpahin bocah-bocah SMA tadi, takut banget kalu anaknya kenapa-napa. Wajarlah itu, naluri seorang ibu.


Setelah bocah-bocah SMA turun dari bis, orang-orang masih tetap ngomongin tentang tingkah polah mereka. Sebagian besar pada prihatin dengan kelakuan mereka yang kayak gitu. Hari masih pagi dan mereka mau berangkat sekolah, tapi yang mereka bawa bukannya buku dan alat tulis. Mereka malahan membawa senjata tajam dan menimbulkan keributan.


Kemarin aku baca postingan di blog si Rahmat, temenku, judulnya 9 Nyawa Orang Jakarta . Si Rahmat bercerita bahwa orang yang hidup di Jakarta harus memiliki 9 nyawa, karenanya banyaknya bahaya yang mengintai. Selain itu aku sempat juga membaca sebuah artikel tentang betapa mengerikannya hidup di Jakarta saat ini. Sampai tadi pagi aku belum mempercayai bahwa hidup di Jakarta itu mengerikan. Aku berpikir kalu kita menjaga diri, omongan dan perilaku, insya Alloh tidak akan terjadi apa-apa. Tapi, kejadian tadi pagi menyadarkan aku bahwa hidup di Jakarat itu memang menakutkan. Ada banyak bahaya yang mengintai. Jika ingin tetap bertahan hidup di ibukota ini, kita tidak hanya perlu menjaga diri dengan baik, kita pun harus selalu berdoa setiap kita meninggalkan, meminta perlindungan Alloh selama kita berada di luar rumah.


Kalau yang belum tau wujud bis P9A, kayak gini ni wujudnya.

*ini bukan hasil foto sendiri ya, ini dapat nemu di google... :p

2 komentar:

Abah mengatakan...

kali aja dia mau beresin rumput di halaman sekolahnya. ._.

Nia mengatakan...

weitsaaah, kerajinan amat tuh bocah mau beresin rumput sekolah. "-__-