Tampilkan postingan dengan label keseharian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keseharian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2020

Kuy, Segera Donor Darah!



Utas ini aku temukan di linimasa Twitter bulan lalu. Sedih deh pas baca. :(
Aku punya saudara sepupu yang anaknya juga mengidap penyakit Thalassemia, jadi aku tahu seberapa besar pentingnya tranfusi darah bagi keberlanjutan hidup pengidap penyakit itu.

Sesaat setelah membaca utas di atas itu aku sebenarnya ingin langsung donor. Dari segi waktu, sebenarnya aku sudah memenuhi syarat untuk donor karena sudah lebih dari 3 bulan sejak donor terakhirku pada bulan Desember tahun lalu.  Namun, ada 2 alasan yang tidak memungkinkan aku untuk donor. Yang pertama karena pandemi COVID-19. Yang kedua karena nggak ada yang nemenin.

Ya, semua sudah tahulah ya, karena pandemi COVID-19 yang melanda, kita semua dianjurkan untuk di rumah aja. Sejak mulai pemberlakuan WFH di bulan Maret lalu sampai akhir bulan Mei, aku mengungsi ke Bekasi. Sepanjang periode itu, aku benar-benar mematuhi anjuran untuk di rumah aja. Aku pergi ke luar rumah hanya untuk keperluan yang mendesak misalnya belanja barang yang nggak mungkin dibeli secara daring dan ambil uang di ATM. 

Ke PMI untuk donor darah, saat itu menurutku bukan masuk ke kategori keperluan mendesak. Pun selama periode di rumah aja itu, entah kenapa tekanan darahku selalu berada di bawah kategori baik. Meskipun sudah makan daging kambing, tetap saja tekanan darahku tidak kunjung kembali ke kondisi baik seperti biasanya.

Nah, untuk alasan kedua, tentu sebagian dari kalian ada yang berkomentar, kok kamu manja banget sih, Nya? Eits, ini ada ceritanya ya. Saat donor terakhir itu ada drama yang terjadi. Setelah donor, aku tuh sempat pingsan di mushola PMI Kramat. Padahal sebelum donor dan sesaat setelah donor aku baik-baik saja lho, nggak merasa pusing atau lemas sama sekalipun. Hasil konsultasi dengan dokter Poliklinik kantor, itu mungkin karena aku langsung sholat sesaat setelah donor. *Iya, aku pingsannya saat sholat Magrib. Karena peristiwa ini, Ibuk selalu mewanti-wanti aku kalau mau donor, harus ada temannya.

Setelah sebulan aku maju mundur mau donor, hari ini aku putuskan untuk donor di PMI Kramat. Sendirian sih karena nggak tahu mau ngajak siapa di kondisi saat ini. Bismillah deh. Aku berpikir, niatku kan baik insya Alloh akan dimudahkan. 

Alhamdulillah, donor hari ini berhasil, gengs. Tekanan darahku oke dan haemoglobin (Hb) pun melewati syarat minimal (lebih tinggi dibanding biasanya malahan. Ehei). Sedikit drama adalah durasi waktu donorku yang lebih lama aja sih dibanding orang lain. Itu terjadi karena alasan klasik sih, pembuluh darahku kecil. *Nggak percaya ya, kalian, aku yang badannya sebesar ini pembuluh darahnya kecil. Wkwk. Aku berharap semoga darahku bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Nah, selanjutnya aku mau mengajak kalian yang kondisinya memungkinkan untuk ikut berdonor. Kondisi yang memungkinkan tuh gimana sih? Mengutip dari laman PMI Indonesia, syarat kalian bisa donor antara lain, harus sehat jasmani dan rohani; berusia 17 s.d. 65 tahun; memiliki berat badan minimal 45 kg; tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100; kadar haemoglobin 12,5 g% s.d. 17,0g%; dan jarak dengan waktu donor sebelumnya adalah 12 minggu atau 3 bulan. Oiya, kalu yang perempuan ada syarat tambahan tidak sedang menstruasi atau hamil atau menyusui. Untuk kondisi memungkinkan yang lain misalnya pengidap penyakit apa yang nggak boleh donor bisa dicek di laman ini ya. 

Ternyata ketika kita mendonorkan darah, kita tuh nggak hanya membantu orang lain lho. Kita juga mendapatkan beberapa manfaat, yaitu menjaga kesehatan jantung dan membuat darah mengalir lebih lancar, meningkatkan produksi sel darah merah, mengurangi risiko kanker, dan yang pasti bisa tahu kondisi kesehatan kita. Fyi, darah yang kita donorkan tuh nggak langsung disalurkan ya. Akan dicek dulu di lab. Jika ada yang bermasalah, darah kita nggak akan disalurkan ke yang membutuhkan. Kita juga akan diinfo oleh PMI tentang masalah tersebut.

Berdasarkan pengalamanku nih ya, ada beberapa tips and trick yang bisa kalian praktikkan terkait donor darah, yaitu:
a. Pastikan kalian tidur yang cukup saat malam sebelum donor dan kalian dalam kondisi sehat wal afiat jasmani dan rohani. Buat yang perempuan, sebaiknya kalian sudah selesai menstruasi seminggu sebelum waktu donor.
b. Makan makanan yang sehat beberapa hari sebelum donor biar kondisi badan dan darah kita tuh oke. Yang langganan hb-nya rendah seperti aku bisa perbanyak makan sayuran hijau, daging merah, atau kacang-kacangan.
c. Sebelum donor pastikan kalian sudah makan dan usahakan banyak minum air putih.
d. Beberapa hari sebelum donor jangan minum obat ataupun vitamin.
e. Kalau bisa jangan datang ke tempat donor darah sendirian, apalagi buat kalian yang baru pertama kali donor. *Kelakuanku yang naik motor sendiri ke tempat donor itu jangan ditiru ya, nggak baik. 
f. Setelah pemeriksaan dokter ok dan kalian bisa donor, cuci dulu ya lengan kalian.
g. Saat donor jangan tegang. Kalu kalian tegang, pembuluh darah akan "sembunyi" dan susah ditemukan. 
Khusus buat kalian yang trauma atau takut dengan suntikan, beberapa hal yang bisa kalian lakukan adalah:
- Nggak usah liat saat petugasnya menusukkan jarum dan saat proses pengambilan darah. 
- Kalian juga bisa bilang ke petugasnya. Biasanya petugas pengambil darah akan membantu kita dengan mengajak ngobrol sehingga fokus kita teralihkan. 
- Tanamkan sugesti ke pikiran kalian, "iya itu jarum emang lumayan besar ukurannya, tapi saat ditusuk itu rasanya seperti digigit semut kok." *Pssst.. ini tuh yang aku lakukan saat donor darahku yang pertama.
- Ikuti instruksi yang dikasih petugas pengambil darah, insya Alloh semua akan baik-baik aja.
- Biar proses pengambilan darah cepat, gerakin jari tangan dengan membuka dan menggenggam karena gerakan ini akan memperlancar aliran darah. Kadang kalu sedang beruntung, kita dapat pinjaman bola lunak dari petugas untuk membantu gerakan jari tangan ini.
h. Sebaiknya kalian ingat tuh, kalian pasnya diambil darah di lengan yang mana. Ada orang macam aku yang lebih baik jika diambil darahnya di lengan kanan karena posisi pembuluh darah di lengan kiriku ada di dalam banget. 
i. Setelah donor kalian sebaiknya:
- Istirahat paling nggak 15 menit ya. Fyi, nggak apa-apa lho kalu kalian tiduran dulu sebentar (5-7 menit) di tempat tidur/velbed sesaat setelah kalian donor. Petugas paham kok kalu kalian butuh istirahat. Setelah itu duduk dulu deh sekitar 10-15 menit.
- Kalu bisa, setelah donor kalian makan sesuatu atau minum susu ya, tujuannya agar kalian bisa segera memulihkan tenaga. 
- Jangan langsung sholat ya manteman setelah donor. Gerakan sholat yang cenderung tiba-tiba bisa membuat badan "kaget" padahal kondisinya kita masih pemulihan.
- Jika setelah donor kalian pusing, bilang ke petugas yang ada, biar kalian bisa segera dapat pertolongan.
- Kalau bisa, sesampainya di rumah kalian langsung tidur deh. 
- Untuk menghindari bengkak di bekas suntikan, kalian jangan angkat-angkat beban yang berat dulu selama 12 jam pasca donor. *Beban hidup yang berat lupain dulu lah.wkwk.
j. Kalu setelah donor, ternyata kalian mengalami hematoma (pendarahan kecil pada permukaan di bawah kulit, karena darah merembes sehingga menyebabkan warna menjadi biru keunguan biasanya setelah 5 jam kemudian), penanganannya bisa cek gambar di bawah ini.



Kalian nggak perlu khawatir dengan penularan COVID-19 di PMI. Berdasarkan pengalamanku tadi, di PMI Kramat diberlakukan protokol kesehatan kok. Di pintu masuk kita akan disambut oleh petugas yang akan mengecek suhu tubuh kita (Udah nggak usah khawatir dengan jidat yang ditembak) dan memberikan formulir untuk kita isi. Formulir ini terdiri dari formulir yang biasanya kita isi untuk donor dan formulir untuk mengecek kondisi kita terkait COVID-19. Di ruang tunggu pun posisi duduknya diatur sehingga kontak fisik dengan pendonor yang lain dibatasi. Setelah pemeriksaan dokter oke, kita akan dikasih masker. Nah, saat di ruangan transfusi kita harus mengganti masker yang kita pakai dengan masker yang baru itu.

Jadi tunggu apalagi nih, manteman? Kuylah segerah donor darah!


Minggu, 26 Juni 2016

Update

Hallo from the other site... *lhah malah nyanyik. Cukup, suara fals pun.

Ok, hallo Sodara Sodari pengunjung. Siapa tahu ada yang mampir ke sini meskipun sudah sekian lama tidak ada ocehan. Sok pede. Lagi-lagi alasan klise, (sok) sibuk memang.

Di ocehan terakhir aku sedang liburan semester 1. Sekarang aku sudah liburan semesteran lagi lhoh. Wow, ternyata waktu berjalan dengan cepat. Jujur saja di semester 2 aku mulai lebih menikmati kuliah dan Solo. Nantilah ya aku ocehkan di sini. Semoga nggak janji-janji lagi ya. ehehehe.

Ocehan kali ini cukup sekian dulu. Sekarang sudah waktunya tidur (jam tidur masih jam tidur mahasiswa). Sampai jumpa di ocehan selanjutnya. ☺

Jumat, 27 November 2015

Di Solo

Tempat domisiliku sekarang, bukan lagi Bintaro atau Bekasi atau Jakarta seperti sebelumnya. Sekarang aku berdomisili di Solo. Tepatnya mulai akhir bulan Agustus 2015 kemarin.

Ceritanya berawal di bulan Februari 2015. Ada tawaran beasiswa S1 dari sebuah instansi pemerintah. Ini merupakan kesempatan yang langka. Karena jarang sekali ada tawaran beasiswa untuk jenjang S1 bagi para PNS yang berpendidikan D3. Selama ini yang aku tahu, untuk mendapatkan sekolah gratis selepas dari D3 STAN, ya melalui D4 STAN saja. Dan itu persaingannya sangat ketat. Rivalnya kan teman-teman sendiri semasa kuliah D3 STAN. 

Yang membuat dramatis, pengumpulan persyaratan terakhir adalah hari ketika aku tahu. Batas akhir tersebut tepatnya jam 17.00. Sedangkan aku baru diberi tahu oleh teman seruangan sekitar pukul 14.00. Karena kesempatan ini termasuk langka, kami putuskan untuk mencoba mendaftar. Kami segera bergegas untuk mengumpulkan persyaratan antara lain copy SK CPNS, copy SK PNS, beberapa macam surat pernyatan, surat keterangan sehat. Yang paling epik adalah saat meminta surat keterangan sehat dari poliklinik kantor. Perawat sudah menolak karena sudah pukul 16.30, laporan operasional poliklinik harus segera diselesaikan dan disampaikan ke Bagian Umum. Aku melihat jam tangan, ternyata masih jam 16.20, itu artinya masih ada waktu dong. Akhirnya ibu perawat tidak bisa berargumen lagi dan kami pun dilayani. Uyeah!

Selain mengumpulkan persyaratan, kami juga harus menentukan pilihan universitas mana yang akan kami tuju untuk melanjutkan pendidikan. Ada beberapa pilihan yang disediakan oleh pihak pemberi beasiswa. Awalnya aku memilih ke Unair Surabaya, tapi karena satu dan lain hal akhirnya aku memilih UNS Surakarta. Setelah pengumpulan persyaratan selesai, kami harus menunggu ujian masuk yang waktunya ditentukan oleh pihak universitas tujuan.

Ternyata ujian masuk UNS ditentukan pada akhir Mei 2015. Sebelumnya ujian masuk belajar nggak? Belajar dong. Di sela-sela kesibukan kantor yang saat itu sedang merajalela (sampai harus pulang malam), aku dan teman-teman seruangan yang mengikuti ujian berusaha untuk menyempatkan belajar. Biasanya selesai jam kerja sampai magrib. Setelah sholat magrib, kalu memang masih sanggup kami lanjut lagi. Beberapa senior juga beberapa ada yang tertarik untuk bergabung dengan alasan iseng mengenang masa lalu. :D Saat weekend dan nggak ada kesibukan, kami janjian di kantor untuk belajar. Yah, jangan dibayangkan kami seserius itu ya. Kami belajar juga sambil ngobrol dan nyemil kok. :D Oiya, materi yang diujikan adalah TPA dan Bahasa Inggris.

Dan tibalah saat ujian. Ujian diselenggarakan pada hari Sabtu bertempat di FEB UNS Surakarta. Hari Jumatnya aku dan teman-teman menuju ke Solo dengan kereta. Nggak kerja dong? Ada ST tapi atasan kok, amaan. Nah, saat ujian inilah pertama kalinya aku masuk ke kampus UNS. Ternyata lingkungan asri ya.

Saat ujian, aku banyak bertemu dengan teman seangkatan jaman kuliah STAN. Lhah, ini mah bakalan susah juga kalau saingannya anak-anak ini. Aku berusaha yakin dan fokus dengan ujian saya. Kan sebelumnya sudah berusaha maksimal dengan belajar. Kalau memang rejeki ya lolos. Kalau nggak ya berarti kembali kerja dan tahun depan ikut ujian D4 STAN.

Pengumuman ujian dijadwalkan di akhir Juni 2015. Beberapa hari sebelum pengumuman aku dan seorang teman di ruangan menerima SMS konfirmasi NIP dari panitia. Dag dig dug lah kami. Apalgi hanya beberapa orang saja yang dapat SMS. Dan, sampai tanggal yang ditentukan, pengumumanya belum juga muncul. Jadi semakin deg-degan. :|

Akhirnya di suatu Jumat di akhir bulan Juni 2015, pengumuman akhirnya keluar juga. Aku mendapatkan foto daftar peserta yang diterima melalui whatsapp beberapa orang teman. Alhamdulillah. Langkah awal untuk mewujudkan cita-cita segera melanjutkan pendidikan sudah tercapai. :)

Aku mulai pindah ke Solo di akhir Agustus 2015. Dan insya Alloh akan ada di sini sampai pertengahan tahun 2017 mendatang. Terkadang aku masih merasa kangen dengan kantor, suasana dan orang-orangnya. Aku juga kadang merasa kangen dengan Jakarta. Ahahaha. Yah, jujur aku sudah merasa nyaman dengan kondisi sebelumnya. No pain no gain, right? :)

That's all. See you... :)


Selasa, 01 September 2015

Belanja Online

Hayooo, siapa yang nggak suka belanja? Mayoritas semua orang menyukai kegiatan satu ini. Apalagi jaman sekarang belanja nggak hanya dilakukan di toko, supermarket atau pasar. Belanja bisa dilakukan dari mana saja sambil apa saja, cukup dengan memainkan jari di atas gadget.  Dan yang seru, barangnya tidak terbatas. Berbagai macam barang bisa dibeli lhoh. Pilih-pilih, kik sana klik sini, pemesanan dilakukan, bayar (yang juga dilakukan melalui gadget), dan voila besok barang sudah di tangan deh. Terima kasih untuk teknologi yang telah memudahkan kegiatan perbelanjaan ini.

Aku tentu saja juga mengikuti kegiatan belanja online. Alasannya karena bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Selain itu terkadang harga yang ditawarkan oleh toko online lebih murah. Kok bisa tahu? Kadang aku juga main ke mall, toko, pasar, ITC juga untuk cek ombak. Kalau jatuhnya murah di toko online, aku tentunya lebih memilih beli di toko online dong. *nggak mau rugi.

Barang pertama yang aku beli melalui toko online adalah buku, seperti yang sudah aku ocehkan di sini. Setelah itu aku pun semakin ketagihan belanja online. Bahkan di saat suntuk dan bosan di kantor yang dibuka di komputer ya laman-laman toko online. Ahahaha.

Dan masih saja buku yang menjadi barang yang sering aku beli melalui toko online. Harganya selalu lebih murah dibandingkan di toko buku. Selanjutnya, aku beberapa kali membeli sepatu di sini. Alasannya karena di situ, aku bisa mendapatkan sepatu dengan ukuran yang pas. Harap maklum, kakiku ukurannya melebihi standart ukuran Indonesia. wkwk. Lalu, aku juga membeli baju, tas, dan beberapa kado untuk teman yang berulang tahun atau menikah. Terakhir bahkan aku membeli gadget melalui toko online. Hmm.. COD sih. Karena khawatir juga sih karena harganya lumayan. Wkwk.

Meskipun menyenangkan dan memudahkan, beberapa kali aku kecewa dengan belanja online. Biasanya masalah pengembalian barang. Jadi ketika barang sampai, terkadang kondisinya ada yang rusak atau ukuran tidak pas. Nah, toko online memberikan fasilitas untuk mengembalikan barang tersebut. Kita bisa memilih agar barang diganti atau uang kita dikembalikan (refund). Nah, proses ini kadang ribet. Kejadian terakhir, aku menerima barang yang pecah, lalu aku kembalikan. Aku memilih  untuk refund. Tetapi ternyata malahan barang diganti dan dikirimkan kembali. Setelah menghubungi customer service toko online tersebut, aku disarankan mengisi formulir pengembalian barang yang baru dan aku kembali memilih refund. Eh, ternyata semalam, aku dapat sms kalau barang itu kembali. Zzzzttt...

Uhm... bagiku tetap saja belanja online merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan. Tapi sayangnya dengan berpindahnya aku ke Solo ongkir kirim menjadi lebih mahal dibandingkan saat di Jakarta. Solusinya mungkin memilih toko online yang berlokasi di Solo dan sekitarnya sehingga ongkos kirim bisa tetap murah. Ahahahaha. *tetep nggak mau rugi.

Yup, Saudara Saudari, kalau kalian sukakah berbelanja online? Biasanya belanja apa saja?


PS: Sampai sekarang aku tidak memiliki akun Instagram, karena godaan belanja online menjadi semakin besar. LOL.

Selasa, 12 Agustus 2014

Berganti dan berpindah

Berganti. Berpindah. Bergerak. Berubah. Hampir memiliki artian yang sama.
Semuanya pun hampir selalu terjadi setiap waktu. Pagi berganti menjadi siang. Matahari berpindah. Roda kehidupan bergerak. Banyak hal yang berubah.

Akhir-akhir ini, aku mengalami beberapa perubahan yang bisa dikatakan cukup mengesankan. *unforgetable moment

Dimulai dari penggantian atasan di kantor. Ada 4 atasan di ruangaku. Dua orang yang dimutasikan ke luar pulau Jawa, sedangkan satu orang (atasan langsungku) dipindahkan ke bagian lain. Sebagai orang yang sering berinteraksi dengan beliau-beliau ini, aku merasa sangat kehilangan. Banyak sekali arahan, bimbingan, dan pelajaran yang aku peroleh dari beliau-beliau. Semoga bapak dan ibu semakin sukses di tempat yang baru. Aamiin.

Yang kedua adalah pergantian ruangan. Ada beberapa alasan yang membuat ruangan lama itu tidak nyaman. Tapi untuk pindah ke gedung baru pun menurut atasanku bukan solusi terbaik. Jadi, diambillah jalan tengah, pindah ruangan di gedung yang lama.

Ada 3 ruangan yang digunakan. Ruangan lantai 1 sayap kanan, ruangan lantai 2 sayap kanan dan kiri. Daaan, aku dapat ruangan di lantai 2 sayap kanan. Berbeda dengan sebelumnya, aku seruangan dengan beberapa orang, sekarang aku hanya berdua dengan atasan. Itu pun ruangan beliau ada sekatnya. Ya bisa dikatakan aku sendirian deh di ruangan yang cukup besar. Sebelahku pun hanya ada ruang rapat yang jarang dipakai. Sepi? Banget. Jadi kadang aku main ke seberang atau ke bawah. Ehehehehe.

Selanjutnya, yuhuiii, pergantian mobile phone. Si remote AC (julukan yang diberikan orang ruangan untuk LG L3ku) akhirnya aku ganti. Sebenarnya masih bisa dipakai sih. Tapi ada beberapa hal yang tidak terakomodasi olehnya. Yang paling urgent sih BBM. Karena L3ku androidnya masih versi Gingerbread jadi belum bisa diinstal BBM. Sementara orang ruangan sering berkomunikasi melalui BBM group. Selain itu, juga layar L3 kurang lebar, kurang nyaman untuk membaca. Akhirnya, saat kemarin ada rejeki, aku pun beralih ke Asus Zenfone 5. Sudah sejak lama aku mengincar mobile phone ini, spesifikasi OK, harga terjangkau, dan belum banyak yang punya  Nggak tahunya sekarang jadi mobile phone yang laris manis.di ITC. Meeeh.. Yah, alhamdulillah bisa beli mobile phone baru sebelum lebaran. Pas lebaran bisa foto sana sini deh.

Yah, Saudara Saudari cukup sekian ocehan kali ini. Sampai jumpa di ocehan selanjutnya. Seeee youuu

Oiya, Selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan . Aku mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf. *ini masih syawal kaaan? Masih boleh dong ngucapin selamat lebaran. Wkwkwkwk

PS: Ocehan ini diketik dan diterbitkan pakai mobile phone baru lho. Aselik enak banget ngetiknya, layarnya lebar jadi jarang typo. *jari jempol semua wkwkwkwk

Selasa, 13 Mei 2014

Ganti Kartu

Haihaiiii..
Jakarta terutama wilayah Rawamangun, Jakarta bagian Timur panas banget hawanyaaaa. Jadinya jam segini masih gegoleran di lantai kamar diiringi dengan semburan angin dari kipas angin. Udah mandi belum? Belum! Mandinya nanti saja menjelang tidur biar bisa tidur nyenyak dengan badan adem. Wkwkwk.

Kembali ke judul.

Iya, aku habis mengganti simcard di mobile phone. Hanya fisik simcard-nya saja kok yang diganti, nomornya mah teteup, nggak berubah. Lha kok?

Ceritanya kemarin siang itu mobile phone tetiba nggak bersinyal. Padahal pagi masih dapat sinyal lho. Sekitar jam 10an ngecek mobile phone kok blank. Lagi gangguan kali ya, pikirku, nanti juga balik lagi. Lanjutlah aku kerja lagi.

Sejam dua jam kemudian ngecek lagi, lhah kok masih nggak ada sinyal? Restart. Setelah dinyalain lagi, mobile phone aku taruh lagi di meja. Iya, kebiasaan jelekku salah satunya adalah sering seenaknya sendiri sembarangan naruh mobile phone. Nanti pas butuh baru deh heboh nyari kemana-mana. !¬_¬

Daaan, saat ngecek mobile phone lagi kok ya masih nggak ada sinyal. Restart lagi. Tetep nggak ada sinyal. Apa yang bermasalah? Mobile phone atau simcard? Jangan sampailah mobile phone yang bermasalah. Memang sudah ada rencana untuk ganti sih, tapi bukan sekarang jugaaa. Atau jaringan indosat sedang error ya? Aku pun mencoba whatsapp teman yang pakai Indosat. Untungnya di ruangan ada wifi, mobile phone masih bisalah digunakan berkomunikasi. Ternyata kata temanku, dia masih dapat sinyal kok. Dia malah menyarankan untuk ganti mobile phone. Heh!

Masa iya sih mobile phone rusak? Aku ke ruangan sebelah minjem mobile phone teman yang punya mobile phone 3 biji. Siapa tahu kan simcard-nya yg bermasalah. Jadi aku mau ngecek di mobile phone pinjaman. Setelah dicoba, hasilnyaa tetep nggak bersinyal. Yasudah kalu begitu mari menghubungi customer service Indosat.

Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya tersambung juga ke customer service. Setelah aku mengadukan permasalahan mobile phone tak bersinyal, masnya berpendapat kalu simcardku rusak. Untuk penggantian, silakan datang ke galeri Indosat terdekat (kalau di Rawamangun ada di jalan Pemuda). Tapi jam bukanya 08.00-17.00. Terpaksa besok deh ke sananya. Oiya, kata masnya biaya penggantian simcard itu free.

Nah, siang tadi pergilah aku ke galeri Indosat di jalan Pemuda Rawamangun. Dari Arion lurus terus ke arah TU Gas. Posisinya di sebelah kiri jalan setelah Bebek Kaleyo dan Warung Teko.

Ternyata kalau untuk masalah sepele, simcard rusak saja, cukup diselesaikan di kasir, tidak perlu ketemu tatap muka dengan customer service. Oiya, tadi aku diminta menyerahkan KTP atau tanda pengenal yang masih aktif. Duduk 10 menitan, aku dipanggil, dapat simcard baru dan diminta bayar 15k. Lhah katanya si mas operator customer service gratis. Tapi berhubung aku malas berdebat, pingin segera balik ruangan, nggak enak kelamaan keluar, aku bayar aja deh. Simcard baru bisa digunakan satu jam kemudian.

Mungkin lebih murah kalu beli simcard baru, 1/3 dari biaya penggantian kartu. Tapi, nomor ini sudah tersebar ke berbagai pelosok Indonesia raya tercinta. Kalu diganti, malas untuk woro-woro. Lagipula aku suka kombinasi nomor ini. Meskipun kata orang-orang jelek, ngacak banget, dari angka 0-9 hampir semuanya ada, aku tetep sukaaa. Fyi, aku dulu bahkan butuh waktu setahun untuk hafal. Ahahahaha

Nah, begitulah ocehan kali ini. Selamat beristirahat. Semangat menghadapi hari Rabu rasa Jumat besok yaaaa. Bubyeee.. :D
posted from Bloggeroid

Rabu, 19 Maret 2014

Premium atau Pertamax?

Tumben jam segini aku belum bisa tidur. Biasanya sih jam 9 juga mata sudah berat. Sambil goler-goler di tempat tidur, tetiba teringat obrolan tadi siang dengan orang di ruangan.

Cerita awalnya tadi aku nanya tentang service motor. Patokan service motor itu jangka waktu tertentu atau kilometer yang sudah ditempuh. Yah, harap maklum,namanya juga perempuan yang baru pertama punya motor dan hidup jauh dari sanak keluarga. Hehehe.

Sebenarnya beli motornya sudah lama sih, sekitar 2 tahun yang lalu. Tapi jaman masih di Bekasi kan ada si kakak yang memantau keadaan motor. Kalau dikasih tau untuk service, ya motor bawa ke bengkel. Berhubung sekarang jauh dari kakak, ya aku sendirilah yang harus memantau kelayakan motorku.

Ok, ternyata jawabannya patokan service motor itu berdasarkan kilometer yang sudah ditempuh, Sodara Sodari. *Harap dicatat.

Lalu si temen ruanganku nanya,"mbak nia, motornya pake premium atau pertamax?"

Jawabanku, tergantung kapan dan siapa yang ngisi. Yah, kalau temen kosan mah kemungkinan premium. Nah kalau aku yang ngisi, tergantung dana. Ahahaha. Kalau di dompet dana mencukupi, diisi pertamax dong. Tapi kalau sudah tanggal dua, dompet tipis ya dicampur, pertamax dan premium. Hehe. Yah, setidaknya kan nilai oktannya naik. *ngaco

Tapi sekarang nyampur premium dan pertamax agak susah. Karena pom bensin di sekitar wilayah kosan dan kantor itu counternya jarang yang pompa premium sebelahan dengan pertamax. Jadinya pompa pertamax itu di sebelah pertamax plus yang lebih mahaal. Premium di counter sendiri, yang antriannya pasti membludak. *Yaiyalahya, harga premium hampir setengahnya harga pertamax. Nah, kalaupun ada yang premium dan pertamax satu counter, pompa pertamaxnya kosong. Kalau dompet tipis aku sekarang ikutan ngantri deh di counter premium. Hihihi

Nah, kalau teman ruanganku ini lebih ok. Dia selalu pake pertamax. Alasannya karena malas ngantri kalau beli premium, apalagi saat buru-buru. Ehehehe.

Mungkin ini sepertinya terlampau sok idealis. Tapi yuk mulai dari sekarang yang punya motor dan/ atau mobil pribadi, kita kurangi pemakaian premium. Kalau memang bisa ya, gak usah lagi deh pakai premium. Biarkanlah subsidi pemerintah itu tepat sasaran. Kalau merasa kurang mampu, kok ya bisa beli motor bahkan mobil sih? *eh

Ps:
1. Asli ini bukan iklan titipan salah satu BUMN
2. Aku sedang mempertimbangkan untuk membeli BBM di pompa milik asing. Harganya lebih murah beberapa ratus perak sih kemarin dibanding premium *prinsipekonomis
3. Aku nggak suka beli bahan bakar eceran di warung2. Khawatir oplosan, sudah dicampur. Selain itu jatuhnya lebih mahal.*tetepprinsipekonomis :D
posted from Bloggeroid

Minggu, 23 Februari 2014

PNS!



Nama             :  Nia (mau panggil Niun pun bolehlah)
Jenis kelamin  :  Perempuan
Agama           :  Islam
Pekerjaan      :  PNS, ya betul PNS saja tanpa embel-embel C apalagi CC lagi.


Senin, tanggal 17 Februari 2014 kemarin aku dan teman-teman CPNS di lingkungan kantorku mengucapkan sumpah/ janji PNS. Sejak hari itu, resmi kami menyandang gelar PNS. Sebenarnya di Surat Keputusan sebagian dari kami menjadi PNS dengan TMT (Terhitung Mulai Tanggal)-nya 1 Januari 2014. Sebagian lagi, karena beberapa alasan, TMT-nya pada 1 Februari 2014
.

Minggu, 08 Desember 2013

Dokomo ikimaseng ...



Sensei     : Ja, ashita doko he ikimasu?
Aku        : watashi ha dokomo ikimaseng

Sensei     : uchi he nani wo shimasu?
Aku        : hong wo yomimasu

Sensei     : Sorekara?
Aku        : Nemasu. Ahahahaha

Itu penggalan ujian speaking kemarin.  Ahahahaha. Kok ujian? Bahasa apa itu? Artinya?
Ok, read carefully, I’ll explain it for you, dear readers. Wkwkwk

Waktu berjalan, banyak hal yang terjadi. Tsaaah… Di postingan sebelumnya, di bulan Agustus itu, aku mengoceh tentang DTSD. Postingan sebelumnya lagi, aku mengoceh tentang Prajab. Intinya beberapa bulan itu otakku berfungsi maksimal untuk belajar. Awalnya, aku merasa lola sewaktu menerima materi. Setelah dijelaskan pengajar di kelas, harus baca perlahan-lahan lagi materinya saat di kamar. Tapi lama kelamaan, alhamdulillah otakku bisa menyesuaikan, daya tangkapnya lumayanlah. Mendengar penjalasan pengajar di kelas pun bisa mengerti, kalaupun perlu baca materi ya, hanya saat jelang ujianlah. Hihihi..

 Begitu diklat selesai aku pun harus kembali ke kantor, bekerja, mengaplikasikan ilmu dari diklat. Tapi, pada kenyataannya, hanya sebagian kecil materi saja yang bisa diaplikasikan. Kerja otak pun tidak terlalu maksimal, karena setiap hari hanya mengerjakan rutinitas yang sama. Nah, aku merasa kalau terus menerus seperti ini, aku bisa lola lagi. Aku harus mencari kegiatan yang bisa membuat otakku tetap bekerja maksimal. Mau belajar mandiri tentang hal-hal serius misalnya ekonomi, akuntansi, hukum dll pun rasa-rasanya kok agak mustahil ya. Akhirnya aku memilih alternatif untuk mengambil les bahasa asing. Pertanyaan baru pun muncul. Mau bahasa apa? Jujur saja, aku sudah bosan les bahasa Inggris. Bukan berarti aku sudah jago dan cas cis cus bahasa Inggris. Pilihannya antara Jepang atau Jerman. Sebelumnya aku pernah sedikit dua bahasa itu. Dengan mempertimbangkan media belajar yangvakan lebih efektif untuk memudahkan penguasaannya, aku pun memilih Jepang. Dorama (drama Jepang) lebih menarik ditonton, Jenderal! :D

Setelah tanya sana sini, aku memutuskan untuk mengambil les Jepang di LBI UI Salemba. Dekat dan transportasinya mudah. Les Bahasa Jepang di LBI UI sendiri dibagi menjadi beberapa level. Untuk penentuan tingkat bisa dilakukan dengan placement test terlebih dahulu. Berhubung aku belajar bahasa Jepang hanya sebentar sewaktu kelas satu SMA (itu sudah  7 tahun yang lalu. Oh, NO!), aku ambil aman saja, mulai lesnya dari level 1, tanpa placement test.  Dengan placement test juga akan ditempatkan di level 1 kok pasti. :pDan, mulai pertengahan bulan September kemarin pun aku memiliki jadwal rutin di setiap Sabtu pagi sampai siang. Kalau weekend ada yang mau mengajak hang out, jalan, main dan sejenisnya ya sebisa mungkin jadwalnya jadi Sabtu sore atau hari Minggu. Sekali bolos, kan bisa ketinggalan materi lumayan banyak juga 

Satu level  les di LBI UI itu biasa sekitar 3 bulan. Di setiap level akan ada final test untuk menentukan kelulusan dan kenaikan level. Baru kemarin, aku melewati final test. Ujiannya dibagi menjadi 3 bagian, jam pertama, writing test, isinya semacam stucture gitulah. Jam kedua, listening test dan speaking test. Bisa nggak? Uhmmm… ya begitulah. Writing agak yakin sih, meskipun baru benar-benar belajar Jumat malam dan Sabtu pagi. Huahahaha. Kalu listening, beberapa ada yang nembak sih. Ya mau bagaimana lagi, itu native ngomong jamnya cepat banget, nani nani ji nani nani fung, nani nani ji kara nani nani ji made. “-__-. Next, speaking, belajar dari pengalaman sebelumnya saat mid test, aku berusaha santai saja, biar nggak gugup dan fokus.  Sensei penguji bertanya tentang kegiatan keseharian, makan apa, baca koran nggak tiap pagi, jam kantor, ke kantor naik apa, hari ini tanggal berapa (aeh, dan sekarang kan tanggal muda yang ada istilah khususnya, untung semalam sudah dihafalkan. Ahahah), dll.

Ohiya, yang petikan percakapan di awal itu artinya adalah sebagai berikut.

Sensei : Ya,besok mau pergi ke mana?
Aku        : nggak ke mana-mana (biar gampang ini. :D)
Sensei   : di rumah mau ngapain dong?
Aku        : baca buku
Sensei   :  selanjutnya?
Aku        : tidur. Ahahahaha (ngaco!)

Sebenarnya,hari ini, teman sekosan (iya, sejak September aku jadi anak kos lagi) berencana mengajak shopping ke mall mana gitu. Ada diskon brand langganan dia, dan ini kan tanggal muda. Perfect! Tapi sepertinya termakan omongan pas ujian kemarin, hari ini justru kami tidak pergi kemana-mana. Cari makan nggak termasuk hitungan pergi  kan ya? Kami seharian hanya di kosan, nonton K-drama. Kami sedang kena “racun” yang judulnya “The Heirs”. Teman kosanku yang pertama kena “racun” ini. Karena aku sedang ingin refreshing, belum mood baca buku dan tidak ada  stok film baru, aku pun meng-copy nya. Dan, aku pun keracunan juga. Huahahaa..The story is complicated. When you’ve finished one episode, you’ll gonna curious about how story on the next episode is. Nggak percaya? Coba deh nonton. Muahahaha

Ja, kyo ha watashi ha eigo wo mimasu. Sorekara “blog” wo kakimasu. Sorekara nemasu. Owarimasu.

See you on the next posting, guys!

Sabtu, 31 Agustus 2013

Agustus 2013

Hi, dear readers!

Kabar baik kan? Kalu aku, hidung meleleh, kepala berat. Iya, aku sedang terkena flu. Di ruangan virus ini sedang mewabah. Karena daya tahan tubuh yang kurang bagus, sukseslah aku jadi korban virus ini lagi. Fiuuuh..

Dari dua belas di kalender, favoritku adalah bulan Agustus. Aku selalu suka bulan Agustus. Di bulan aku dilahirkan. Di bulan ini pula Indonesia menjadi negara merdeka.

Agustus di tahun 2013 ini terasa lebih istimewa. Di bulan ini, aku bisa pulang ke rumah setelah selama 8 bulan terakhir aku tidak pulang. Ini rekor terlamaku tidak bertemu bapak dan ibu. Senang sekali rasanya saat bisa kembali bertemu dan memeluk dua orang yang sangat aku sayangi ini. Meskipun kulit bapak semakin menghitam dan semakin banyak kerutan di wajah ibu, aku tetap bahagia dan bersyukur karena beliau berdua masih sehat wal afiat.

Di bulan Agustus ini pula, aku kembali menginjakkan kakiku di bangunan gedung kantor lamaku. Sejak pindah kantor, aku belum sekali pun berkunjung. Kemarin dengan tujuan silaturahmi, aku datang ke kantor lama. Lantai 13, ruanganku masih sama susunannya, tapi orang-orang di dalamnya berbeda. Sekarang lantai 13 dihuni 3 direktorat. Musholanya pun sekarang dipisahkan untuk muslim dan muslimah. Betapa aku merindukan lantai 13 yang dulu beserta seluruh penghuninya. Tapi, hidup harus berjalan ke depan kan ya?

Di bulan Agustus pula, aku bertemu kembali dengan banyak teman-teman lamaku. Aku sempat berkumpul bersama teman-teman SMAku yang juga bekerja di Jakarta saat ini. Beberapa masih seperti dulu, tapi tidak sedikit yang berubah. Aku tetap selalu merasa bangga bisa menjadi bagian dari kalian teman-teman, para pejuang yang gigih demi menggapai cita-cita.

Di Agustus ini, aku bertambah usia. Alhamdulillah, terima kasih Ya Alloh masih memberi hamba kesempatan untuk merasakan tahun ke 23 di dunia ini dengan begitu banyak limpahan karunia-Mu. Terima kasih juga untuk semua teman atas ucapan doa dan harapannya.

Dan di bulan Agustus ini pulalah, aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Mengendalikan diri dan menjadi ikhlas.

Semoga aku masih bisa berjumpa dengan Agustus di tahun depan. Aamiin. :)
posted from Bloggeroid

Kamis, 10 Januari 2013

Pengalaman donor pertama

Alohaaaii..
Jadi 9 hari yang lalu ya, aku terakhir kali mengoceh di laman ini. Selama 9 hari itu sebenarnya banyak yang bisa diocehkan. Tapi, ya karena lagi-lagi sedang (sok) sibuk, jadinya tidak ada satu pun ocehan yang ditampilkan di sini. Aku lebih sering mengoceh di sosial media sebelah yang hanya berisi kicauan 140 karakter di setiap post. Yah, let's left the past behind. Wehee.

Hari ini aku punya pengalaman yang ingin aku ocehkan. Jadi, hari Senin siang, aku ikut acara donor darah. Mungkin ini hal biasa saja bagi sebagian orang. Tapi untukku pribadi ini sangat mengesankan karena merupakan pengalaman pertamaku mendonorkan darah.

Sebenarnya sejak masih kuliah di STAN, beberapa kali KSR (semacam PMR) mengadakan acara donor darah. Teman-teman di KSR sering mengajak mahasiswa yang sedang berada di tempat digelarnya donor untuk berpartisipasi. Beberapa kali aku pun pernah diajak. Tapi aku selalu menolak. Alasannya agak memalukan sih. Aku agak khawatir (bisa disebut takut sih "¬_¬) untuk bersentuhan dengan jarum suntik. Aku punya dua pengalaman yang kurang menyenangkan dengan pengambilan darah dan jarum suntik.

Yang pertama, saat kelas 3 SMA, aku pernah sakit demam berdarah. Hampir tiap hari ada tes darah untuk mengukur jumlah sel darah merah. Terbayangkan kan seberapa sering aku harus disuntik. Yang parah adalah saat itu beberapa kali suster tidak bisa menemukan pembuluh darah di lenganku. Jadi beberapa kali jarum suntik itu ditusukkan ke lenganku, lalu diputar-putar demi mencari pembuluh darah. Hii. Ditusuk lagi lalu diputar-putar lagi. Karena belum ketemu, penyutikan dialihkan ke pergelangan tangan. Belum ketemu lagi, akhirnya ketemu pembuluh darah yang di punggung telapak tangan. Bisa dibayangkanlah, bagaimana sakitnya "ditusuk-tusuk" seperti itu. Kejadian itu terulang lagi, saat aku mengikuti tahap tes kesehatan di salah satu perguruan tinggi kedinasan. Cukup alasan kan kalau aku agak trauma dengan jarum suntik?

Tapi, tahun kemarin tiba-tiba aku ingin mencoba untuk donor. Di komplek kantorku rutin diadakan acara donor darah. Suatu kali, ada teman yang mengajakku untuk ikut donor. Anehnya, aku merasa tertarik. Tumben. Tapi, waktu itu, aku sedang tidak enak badan. Jadi, niat donor diurungkan. Di acara donor yang lain, aku sedang berhalangan dan kebetulan sedang (sok) sibuk, banyak kerjaan. Tahun lalu, donor darah belum terealisasi, baru sekedar niat di hati.

Hari Senin, di kantor baruku (aku pindah kantor lhooo), ada pengumuman bahwa sedang berlangsung acara donor darah. Aku ragu, mau ikut atau tidak. Masih terbayang sakitnya disuntik berkali-kali. Tapi aku ingin menyumbangkan darah untuk orang yang membutuhkan. Ada teman yang bercerita bahwa dia sangat ingin bisa donor rutin, tapi terkendala dengan berat badan yang kurang. Syarat berat badan minimal untuk ikut donor itu 45 kg. Selain itu, sewaktu iseng buka jejaring sosial, ada teman yang ingin ikut donor tapi tidak bisa karena hb nya di bawah persyarat. Aku jadi merasa malu. Orang lain yang belum bisa donor aja ingin donor. Mengapa aku yang sangat mungkin untuk ikut justru maju.mundur untuk donor hanya karena trauma sepele? Akhirnya aku pun memutuskan untuk mencoba ikut donor.

Dengan seorang teman aku menuju ke lokasi donor darah diadakan. Awalnya kami diminta mengisi formulir tentang biodata dan riwayat kesehatan. Selanjutnya kami menuju beberapa meja panitia untuk uji kelayakan sebagai donor. Temanku sayangnya tidak lolos karena berat badannya kurang. Kalau aku? Bukan rahasia umum kan kalau aku pasti lolos dari kriteria berat badan minimal. Wkwk. Selanjutnya, cek hb dan golongan darah. Alhamdulillah, hbku 14,8, jauh dari batas minimalnya, 12,5. Lalu lanjut ke kriteria tekanan darah. Aku juga lolos dari kriteria ini, karena tekanan darahku normal, 110/80.

Selanjutnya aku ke tempat donor. Aku diminta untuk berbaring di tempat tidur sementara yang telah disiapkan. Nah, sekarang dag dig dug deh teringat lagi dengan jarum suntik. Kata mbak petugas dari pmr, jangan khawatir, sakitnya hanya sedikit. Oklah, pembuluh darah dicari, lengan diolesi dengan alkohol, tahan nafas dan jleb, jarum suntik berhasil tertancap dengan sukses di pembuluh darah. Selama sekitar 15 menit darahku dialirkan ke sebuah kantong penampung. Rasanya tidak sesakit yang aku bayangkan. Dan akhirnya terkumpullah sekantong penuh darahku. Tapi ini tidak bisa langsung disumbangkan. Ada tes labolatorium dulu untuk sampel darahku. Semoga darahku bebas dari segala macam virus berbahaya dan bisa disumbangkan kepada yang membutuhkan. Aamiin.



 Ini suasana di tempat donor darah. Terlihat para petugas sedang membereskan ruangan. Iya, aku donor di saat-saat terakhir sebelum acara ini selesai.






Sekotak susu coklat, pop mie, dan kartu donor. "Oleh-oleh" dari donor darahku yang pertama










Setelah donor selesai, rasanya lemas dan agak pusing. Bekas suntikan pun agak nyeri. Tapi itu semua tidak sebanding dengan rasa puas dan senang karena aku telah berbagi kepada sesama. :) Aku berharap selanjutnya aku dapat mendonorkan darahku dengan rutin. Jadi untuk kalian yang belum pernah donor, ayo segera donor. Saat kita bisa dan mampu, mari berbagi dengan sesama. Ini semua atas dasar kemanusiaan, kawans. :)





posted from Bloggeroid

Selasa, 18 Desember 2012

#PS2

Kemarin, iseng-iseng aku lihat kembali mobile phone lama. Sudah menjadi kebiasaanku untuk menyimpan beberapa SMS lama yang penting. Sebagian ada yang bagus kalimatnya, sebagian lucu, sebagian berkesan (ucapan ulang tahun misalnya), sebagian lagi memang penting seperti yang berkaitan dengan kepanitian. Terkadang ada lho yang SMS-nya itu sudah setahun yang lalu. Ahaha.. Iya, kebiasaan yang aneh ini. @_@

Dari sekian SMS yang tersimpan di mobile phone lamaku, ada 2 SMS yang isinya bagus.Yang pertama SMS dari Saudari Zahara. Dikirim tanggal 23 April 2012 pukul 08.51 WIB. :D

Kita mengeluh : "Tak mungkin"
Allah menjawab : "Jika Allah menghendaki sesuatu, cukup berkata jadi! Maka jadilah" (Q.S. Yasin:82)
Kita mengeluh : "Saya terlalu lelah"
Allah menjawab : "Aku ciptakan tidurmu untuk istirahatmu" (Q.S. An-Naba:9)
Kita mengeluh : "Saya tak mampu"
Allah menjawab : "Allah tidak membebankan sesuatu pada seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya" (Q.S. AL-Baqarah:286)
Kita mengeluh : "Hidupku selalu sulit"
Allah menjawab : "Setelah kesulitan ada kemudahan" (Q.S. Al Insyirah:5)
Kita mengeluh : "Saya stres"
Allah menjawab : "Hanya dengan mengingat Allah, maka hati menjadi tenang" (Q.S. Ar-Ra'du:28)
Yang kedua, SMS dari Nenek Ijonk dikirim tanggal 1 Mei 2012  pukul  20:48 WIB.
- Bismillahirrahmanirahim : tiap hendak melakukan sesuatu
- Alhamdulillah : setelah melakukan sesuatu
- Astagfirullah : jika melakukan sesuatu yang buruk
- Insya Allah : jika ingin melakukan sesuatu pada masa yang akan datang
- Lahaula walaquwata ilahbillah: bila tidak bisa melakukan suatu yang agak berat/sulit
- Innalillahi wainna ilaihi rojiun : jika menghadapi musibah
- Lailaha illallah : baca siang dan malam sebanyak-banyaknya. 
Setujua kan, kedua SMS ini penting dan layak untuk dibagikan?? :D


Kamis, 13 Desember 2012

Beware of another virus attack!

Sore ini suasana Jakarta mendung mendayu. Sebenarnya sudah dari pagi sih. Yah, khas suasana di bulan Desember lah, musim penghujan. Kita kembali harus mengakrabi dengan mendung, hujan, lembab, becek, dan lumpur. Memang semuanya sudah waktunya datang. Jadi, jangan marah kalau banyak rencana  jalan yang batal karena hujan turun. Jangan sebal kalau motor cepat kotor. Jangan menggerutu kalu anggaran pengeluaran meningkat untuk membeli  payung atau jas hujan. *ini seperti nasihat untuk diri sendiri

Hatching...Hatching..
Nah, nah, ini satu lagi yang identik dengan datangnya musim penghujan. Aku biasa menyebutnya pilek. Istilah kerennya sih influenza, tapi biasanya disingkat flu saja. Penyakit apa itu? Dari laman ini, aku memperoleh keterangan sebagai berikut.

Selasa, 06 November 2012

How do I go to office?

Ok, this posting is posted especially for my beloved Zahara . :p I've promised her to explain her about how do I go to my office. So, read carefully and enjoy it, jeeng. hihi.

Sekarang aku tinggal di rumah yang terletak di kawasan Bekasi Timur (actually it's my brother's :p) , termasuk dalam wilayah provinsi Jawa Barat. Sementara lokasi kantorku ada di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Setiap hari aku harus menyeberang batas wilayah provinsi. Istilah kerennya AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). :p

Senin, 15 Oktober 2012

Menikmati memasak

Halloooo..
Lagi-lagi hari Senin. Hmmm... 

Rutinitas ku akhir-akhir ini agak padat (bukan sibuk, tapi padat ya. wkwk).  Sepertinya gara-gara sudah lama kurang gerak, sekarang jadi gampang capek. Zzz. Jadi weekend itu maunya hanya bermalas-malasan di rumah, mengistirahatkan badan. Hahaha..

Dan itu yang aku lakukan hari Sabtu dan Minggu kemarin. Dua hari kemarin aku bangun siang. Setelah selesai sholat Subuh, tidur lagi. Hihi.. *contoh yang tidak baik, jangan ditiru. Setelah itu, hampir selama seharian aku di rumah. Keluar hanya untuk service motor ke bengkel dan beli bensin. "-__-. Ajakan si kakak untuk main ke mall pun aku tolak. 

Jumat, 28 September 2012

Kado dan ulang tahun

Teringat posting seorang teman, sebut saja namanya Mbak Wahyu (nama sebenarnya ini) tentang ulang tahun. Kenapa disebut ulang tahun? Yang kita peringati kan hari kelahiran, kenapa disebut ulang tahun? Kenapa bukan ulang hari?

Dalam bahasa Inggris, peringatan hari kelahiran kita disebut dengan birthday. Kalau diartikan secara gamblang, birth artinya lahir, sedangkan day artinya hari. Jika digabungkan birthday artinya hari kelahiran. Masih masuk akal. Tetapi, kenapa dalam bahasa Indonesia disebut ulang tahun? Ahahahaha.. Pertanyaan aneh?

Untuk jalan tengahnya, kita ikuti sajalah ya istilah ulang tahun. Istilah tidak jadi soal, yang lebih penting adalah makna yang terkandung di istilah itu. :D

Sebagian orang mungkin menganggap ulang tahun itu istimewa. Sebagian lagi mungkin menganggap ulang tahun sama saja dengan hari biasa, tidak lebih. Meskipun demikian, setiap orang pasti senang jika ada orang lain yang mengucapkan "selamat ulang tahun" atau "happy birthday" dan menyertainya dengan sebaris doa di hari ulang tahunnya. Apalagi jika orang tersebut juga memberikan sebentuk hadiah atau kado. Sesederhana apa pun kado itu, akan tetap terasa istimewa. :)

Jadi, mari membahagiakan orang di sekitar kita dengan mengucapkan selamat dan mengiringinya dengan doa di hari ulang tahun mereka. :)

Kado seorang mas senior di kantor untuk istrinya.
Telat sehari itu tidak membuat keistimewaan kado berkurang kok? #eh

Note: Bagiku sendiri ulang tahun berarti semakin bertambah usia, rasa syukur karena demikian banyak karunia yang tekah Alloh berikan dan akan semakin banyak tanggung jawab.

Selasa, 18 September 2012

Bunga yang layu itu tetap cantik.. :)

Bunga itu selalu cantik.
Dan aku suka bunga karena kecantikannya.

Meja rapat di kantor selalu dihiasi bunga. Bunga itu diganti setiap beberapa hari sekali, kalau sudah layu. Bunga layu yang diganti biasanya dibiarkan, bahkan dibuang begitu saja. Sayang rasanya jika bunga layu dibiarkan begitu saja. Akhir-akhir ini, aku suka memungut bunga layu itu, lalu aku pindahkan ke meja kerjaku. Meskipun layu bunga-bunga masih memiliki sisa-sisa kecantikannya. Sisa kecantikan yang tetap indah di mata. :)

*fokus pada bunganya ya, jangan pada backgroundnya. :p 




Note: Catatan kacau di sore hari. "-_-

Selasa, 19 Juni 2012

Kuaciiiiii...

Ya,,,ya,,ya,, ini adalah snack favoritku dari jaman dulu. Waktu TK aku sudah seneng makan satu ini. Mulai dari kuaci bunga matahari, kuaci biji semangka (warna item dan asinnya bisa bikin bibir jontor. :D ) sampe kuaci biji labu putih (yang rasanya enak dan harganya mahal itu), aku suka semua. Ada keasikan tersendiri saat mengupas kulit kuaci dengan gigi lalu memakan bijinya. *Aneh kayaknya, tapi beneran asyik lho. @_@

Jaman SMP, aku dan teman sekelasku sering makan kuaci di kelas waktu pelajaran. Apalagi kalau pas pelajarannya membosankan atau bapak/ibu guru menerangkan materi sambil duduk di kursinya saja. Anak-anak yang duduk di posisi strategis (bangku deretan tengah ke belakang) bisa dipastikan sedang asyik makan kuaci yang disembunyikan di laci meja mereka. Bahkan di kelas 2, saat pelajaran Agama, semua anak kelasku heboh makan kuaci saat pelajaran berlangsung. Kebetulan guru kami sudah cukup berumur. Setelah menerangkan materi, beliau sering memberi kami tugas untuk mengerjakan LKS. Sambil menunggu kami mengerjakan tugas, beliau sering tertidur. Nah, saat itulah, aku dan teman-teman sekelasku memutuskan untuk berpesta kuaci. Dan.. tiba-tiba Bu Guru terbangun dan berkata, " Lhoh, kalian kok makan kuaci, saya nggak dibagi." Deegg... kami semua terdiam, kaget, lalu buru-buru membersihkan sampah yang berserakan di meja kami. Ahahahahaha, parah, jangan ditiru ya, sodara-sodari. :p

Pas jaman SMA, waktu piknik (study tour) atau ada acara Pramuka yang mengharuskan aku dan teman-temanku menginap, kami selalu membawa kuaci untuk bekal. :D.

Kemarin, di kantor, ada ibu-ibu yang dapat tugas dinas luar ke Riau. Sebagai oleh-oleh beliau membawa oleh-oleh kuaci bunga matahari. Aku dikasih satu bungkus kecil. Waktu lihat bungkusnya ternyata di situ dicantumin cara makan kuaci yang asyik. Check this out, guys. :D


ini tampak depan. :D



tampak belakangnya.



ini nih, petunjuk cara makan kuaci yang asyik. :D



yoyoi, kerja sambil ngemil kuaci. wkwkwkwk..


Kalau ada yang punya kuaci, jangan lupa bagi ke aku yaaa... :D

See yaaa.. :)

Senin, 04 Juni 2012

Miniatur Berbagai Bangunan Terkenal di Dunia

Beberapa minggu kemarin, karena sedang nggak ada kesibukan di kantor aku sempet membuat, ehm.. lebih tepatnya menyusun beberapa miniatur bangunan terkenal di dunia. Sebenarnya ini bukan punyaku. Jadi kemarin ada mbak-mbak di kantor yang datang ke ruanganku bawa sekotak mainan. Awalnya aku sangka itu mainan apa gitu buat anaknya. Ternyata eh ternyata itu sekotak puzzle (itu masuk golongan puzzle nggak ya? -__-?)yang bisa disusun menajdi beberapa bangunan terkenal di dunia. Karena aku sedang nggak terlalu sibuk, aku menawarkan diri untuk membantu mbaknya menyusun puzzle(udahlah disebut gitu aja) itu. Bahannya dari kertas yang dilapisi sterofoam tipis. Jadi itu sudah ada polanya gitu, kita tinggal menyusunnya sesuai dengan langkah-langkah yang ada di kertas petunjuk penyusunan. Penasaran dengan hasil karyaku (kepedean!!:p), silakan dilihat foto-foto dibawah ini. :D