Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2017

Update: Semester 3

Hai…
Sudah berapa lama sejak aku terakhir kali mengoceh di sini? Yah, sekitar 7 bulan yang lalu, saat aku liburan semester 2. Fyi, sekarang aku sedang liburan semester 3. Lagi-lagi aku tidak menepati janji untuk membuat ocehan di blog ini selama semester 3 kemarin.

Meskipun jumlah sks di semester 2 paling banyak, tetapi kuliahnya lebih menyenangkan. Masih bisalah sepulang kuliah main-main ke mana.  Sementara semester 3 dengan  jumlah sks hanya 23 sks, tapi kuliahnya terasa lebih berat. Perkiraanku di awal semester 3 bahwa aku akan lebih santai selama semester itu ternyata salah besar. Yang ada aku menjadi lebih sibuk. It’s like in the hell. I swear!

Yah, semua itu karena kebetulan aku mendapatkan paket combo 2 dosen dengan banyak tugas. Satu dosen selalu menugaskan untuk membuat bookchapter  di setiap pertemuan (per minggu). Awalnya setiap orang diwajibkan membuat 20 halaman. Dibentuk juga beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil bookchapter di setiap pertemuan.

Sounds easy, huh? Just in your dream! Karena dalam bookchapter itu kami diharuskan untuk mengutip minimal 5 jurnal internasional. Selain itu, bookchapter kami harus discan dengan aplikasi anti plagiarisme. Bapak dosen yang terhormat minta batas maksimalnya adalah 20%. Artinya maksimal 20% tulisan kami diberi toleransi memiliki kesamaan dengan sumber-sumber di internet, sisanya harus original buatan kami sendiri.

Pertemuan pertama pengumpulan tugas, kami sekelas bermata merah. Yah, selazimnya mahasiswa, kebanyakan dari kami mengerjakan tugas mepet dengan deadline. Ohiya, tugas kami harus dikirim ke Bapak dosen maksimal 3 jam sebelum jam pertemuan. Duh!

Untungnya di pertemuan selanjutnya, bookchapter dibuat per kelompok. Setiap kelompok yang beranggotakan 7 s.d 6 orang harus menyusun minimal 50 halaman. Setiap orang harus mengutip 3 jurnal internasional. Batas plagiarisme tetap 20% dan diemail 3 jam sebelum pertemuan kuliah. Tapiii, tugasnya si Bapak Dosen Terhormat tidak hanya itu saja. Masih ada tugas untuk jurnal in English, poster rancangan skripsi, dan visibility study. Allohu Akbar!

Sementara itu, Bapak Dosenku yang lain selalu memberikan pretest  di awal pertemuan. Materinya in English dong karena beliau menggunakan referensi berbahasa Inggris. Masalahnya adalah si Bapak ini sering mengubah jadwal pertemuan. Beliau memang sibuk karena mengampu di 2 negara yang berbeda (di Indonesia dan Malaysia). Belum lagi kegiatan penulisan ilmiah beliau yang jumlahnya cukup banyak. Seringkali beliau membatalkan kuliah H-beberapa puluh menit sebelum pertemuan. Lhah kita kan sudah terlanjur belajar. Huhuhu..

Sementara untuk tugas akhir, Bapak Dosen meminta agar kami per kelompok (beranggotakan 3 s.d. 4 orang) untuk membuat paper ilmiah. Jangan lupa juga untuk mengeceknya dengan aplikasi anti plagiarisme. Lebih dari batas yang ditentukan beliau, maka paper akan ditolak. Ohiya, paper ini diuji secara lisan oleh Bapak Dosen. Kami menggunakan aplikasi Skype, karena Bapak Dosen tidak bisa hadir di kelas. Sounds cool? Ohyeah, but it’s soo horrible! Kami harus mempertahankan argumen yang kami paparkan di paper sementara Bapak Dosen dengan teliti melemparkan berbagai macam pertanyaan dan komentar.

Untuk dosen-dosen mata kuliah yang lain, lumayan OK sebenarnya. Paling hanya tugas presentasi per kelompok setiap pertemuan. Tapiii, di akhir semester, tugas dan take home quiz merajalela. Hampir selama satu minggu di minggu terakhir semester 3, kami semua harus begadang. Keesokan harinya kami ke kampus hanya untuk menyerahkan tugas saja. Yah, sebenarnya ini juga karena kami sebagian besar adalah deadliner sih. Wkwk. But, hey, we always get the idea at the critical moment right? Many ideas is coming when we are under pressure.

Study hard, playing hard, right? Di akhir minggu aku sering sekali bermain dan pergi ke mana untuk menghilangkan stres. Yah, terkadang aku hanya makan di tempat yang jauh dari areal kampus sih. Tapi, beberapa kali aku dan beberapa teman sempat pergi ke luar Solo.

Semester depan, semester terakhir, aku dan teman-teman harus menyusun skripsi. Seharusnya di liburan ini, kami sudah memiliki gambaran tentang apa yang akan kami tulis. Tapi, aku masih belum mendapatkan ide yang pas untuk skripsi. Lebih tepatnya aku masih malas untuk mencari ide, karena masih ingin rehat dari kekejaman di semester 3. Huhuuhu..

Yah, itulah sekilas tentang semester 3-ku. Insya Alloh, di ocehan selanjutnya aku akan menceritakan tentang liburanku ke Bali. Hohohoho. Sampai jumpa 

Rabu, 13 Januari 2016

Liburan Sangat Panjang


Gambar diambil dari laman ini

Dua minggu terakhir di masa perkuliahan semester 1 kemarin, badai tugas dan kuis menghadang. Hampir setiap dosen memberikan tugas akhir untuk membuat paper. Jujur saja, aku merasa kesulitan mengerjakan tugas ini. Sudah sekian lama aku tidak membuat tulisan “serius”. Aku membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mencari referensi dan menggabungkan ide dalam tulisan. Dan tetap saja aku belum merasa puas dengan tulisanku. Aku harus lebih banyak berlatih menulis sepertinya.

Seperti yang aku ocehkan di atas, selain badai tugas, 2 minggu terakhir aku dan teman-temanku juga dihajar oleh badai kuis. Jadwalnya berurutan dengan pengumpulan tugas paper. Jumat kuis Akuntansi Manajemen, Senin kuis Akuntansi Keuangan Menengah (AKM) II, pengumpulan paper AKM I dan II, Selasa kuis Auditing, kuis Akuntansi Sektor Publik dan seterusnya.

Karena aku selalu merasa kurang puas dengan paperku, seringkali aku menyelesaikannya h-1 pengumpulan. Padahal besok juga ada jadwal kuis. Artinya aku harus tidur telat (begadang). Materi untuk kuis pun tidak bisa aku pahami dengan maksimal.

Tapi semua sudah berakhir. Meskipun belum maksimal, tetap ucapkan Alhamdulillah karena semester I telah berlalu. IP pun sudah keluar. Dan sekali lagi Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. J

Setelah selesai semester I, tentunya datanglah liburan. Tahukah kalian, liburanku cukup ehm.. lebih tepatnya sangat panjang. 2 bulan. Dari akhir Desember kemarin sampai pertengahan Februari nanti.

Jujur saja, mendapatkan liburan selama 2 bulan itu antara senang dan sedih. Senang karena bisa bersantai-santai setelah badai di 2 minggu terakhir masa perkuliahan. Tapi sedihnya, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengisi liburan ini. Biasanya kan liburanku paling panjang hanya seminggu. Selebihnya, sebagian besar waktuku diisi dengan kegiatan kantor. Sekarang 2 bulan tanpa adanya sebuah kegiatan wajib, aku pun jadi bingung

Di pergantian tahun kemarin, aku dan sepupuku sempat ke Semarang ke rumah mbakku. Selanjutnya di rumah cukup disibukkan dengan bantu-bantu untuk acara pengajian di TPQ. Seminggu full lah itu ribetnya. Sekarang kesibukanku setiap hari adalah menyapu, antar jemput ponakan ke sekolah dan tempat les, bantu jaga ponakan yang masih bayi, dan tentunya membaca. Yup, akhirnya sebagian besar liburan aku habiskan di rumah. Persis seperti jaman dulu saat menunggu penempatan instansi setelah lulus STAN.

Nah, cukup sekian ocehan kali ini. Sampai jumpa.

NB: Sebenarnya ada rencana untuk jalan-jalan ke luar kota, tapi rencananya masih nanti di bulan Februari. Semoga saja bisa kesampaian. :D


Kamis, 31 Desember 2015

Penghujung 2015

Saat mulai mengetik ocehan ini, jam di mobile phone menunjukkan pukul 11.16 WIB. Dan ini tanggal 31 Desember 2015. Besok bukan hanya tanggal yang berganti, tapi juga bulan dan tahun. 2016 sudah di depan mata!

Di tahun 2015 alhamdulillah ada beberapa hal baik yang terjadi. Mungkin yang paling membahagiakan adalah tercapainya keinginanku untuk melanjutkan pendidikan. Alhamdulillah, aku sedang berproses menempuh jenjang S1.

Karena aku melanjutkan pendidikan di Solo, jadinya aku bisa sering pulang ke rumah Pati, berkumpul dengan Bapak dan Ibu. Di awal kuliah, bahkan tiap minggu aku pulang. Ahaha. Biasanya aku bolak balik Pati Solo dengan kendaraan umum, tapi akhirnya aku naik motor sendiri.  lho. *nanti diocehkan secara khusus deh *nambah janji lagi. 😑

Oiya, untuk Goodreads Reading Challenge di 2015 ini aku  berhasil memenuhi target untuk membaca 45 buku. Tiga buku lebih banyak dibanding tahun kemarin. Horee..

Banyak pengalaman baru, bisa berkunjung di beberapa tempat baru, banyak teman baru, banyak ilmu baru, dan alhamdulillah dapat cukup rejeki di 2015.

So, thank you 2015. Hello 2016. Please be nice to me... 😆🎇

Senin, 31 Agustus 2015

Agustus 2015

Bagiku Agustus selalu menjadi bulan yang istimewa. Di bulan inilah untuk pertama kalinya aku melihat dunia.

Di Agustus 2015 ini, alhamdulillah sekarang aku sudah 25 tahun. :)

Selain itu, di bulan Agustus 2015 ini, aku mulai sedikit mencapai cita-citaku untuk melanjutkan pendidikan. Alhamdulillah, aku bisa melanjutkan pendidikan di UNS Surakarta. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi aku selalu percaya Alloh selalu memiliki rencana dan ketetapan yang baik untuk semua hamba-Nya. Selalu tetapkan niat, keraskan usaha, panjatkan doa, dan Alloh akan memberikan yang terbaik.

Bismillahirrahmannirrahim. Semoga aku bisa menjalani masa pendidikan ini dengan lancar dan memperoleh hasil yang baik. Aamiin.

Minggu, 15 Maret 2015

Hello 2015

Hallo.. 2015. Telat 3 bulan ya sebenarnya. Tapi lebih baik telat kan daripada nggak sama sekali. Ehehehe *ngeles.

Selama 3 bulan ini aku nggak mengoceh di sini karena aku sibuk... ehmmm... sibuk dan malas sebenarnya. Tapi kalau blog walking, baca-baca postingan blogger ternama mah tetep jalan. *Big thanks to feedly. :*

Yuhui, aku buat rekap aja ya apa saja yang aku lakukan 3 bulan terakhir ini. Enjoy it.

Januari 2015
Nah, di awal tahun ini aku memang sibuk beneran. Setiap bulan Januari memang selalu ada perayaan untuk sebuah peringatan di instansiku. Nah, kebetulan di tahun ini aku terlibat menjadi panitia di beberapa acara yang berlangsung di tanggal 22, 23, 24, dan 26 Januari. Tapi kan kerjanya nggak hanya pas hari-h. Beberapa hari bahkan minggu sebelumnya sudah ada persiapan. Ini yang ekstrakulikuler.

Yang di intern ruangan aku juga dapat tugas di Januari kemarin. Seperti yang aku ocehkan sebelumnya, di akhir November 2014 kemarin terbitlah Surat sakti keputusan mutasiku ke bagian lain. Masih di kawasan yang sama sih, tapi beda gedung. Seharusnya di akhir Desember 2014 atau awal Januari 2015 aku sudah pindah ke ruangan baru. Tapi karena satu dan lain hal (sebenarnya karena aku disayang banget sih di ruangan lama. wkwkwk), kepindahanku ditunda sampai awal Februari.

No gain no pain. Sebagai kompensasinya, aku dapat tugas khusus dari Bapak Big Boss terhormat. Aku harus membuat sesuatu dalam tenggat waktu satu bulan. Beliau juga sempat memberikan disposisi baca buku yang baru saja beliau beli. Aku disuruh baca dan dimintai komentar. Ahaha. Selain itu, juga dapat dinas luar dari emak-emak. Ke Bekasi tanggal 19 s.d.21 Januari bersama Makmay. Lalu ke Surabaya tanggal 27 s.d. 29 Januari bersama Makjeung. (Kalu sempat nanti aku buat ocehannya deh. Trus apa kabar lanjutan ocehan Sumatera Utara, Nyun? wkwkwk).

Daaan, aku pun dapat tugas panitia juga dari ruangan baru untuk acara di bulan Februari 2015. Sempet lho sehari itu ada 3 undangan rapat jamnya berurutan dan ada 1 surat tugas keluar kantor. Sampai-sampai Bapak Big Boss komentar kalau undangan rapatku lebih banyak dibanding beliau. Ehehe

Alhamdulillah, semuanya selesai. Bulan Januari ditutup dengan jalan-jalan ke Bandung untuk perpisahanku dari ruangan lama. Terima kasih ya Bapak Big Boss, Emak-emak, dan semuanya di ruangan lama. Di sana adalah salah satu rumahku.

Februari 2015
Nah, di bulan ini aku akhirnya pindah ke ruangan baru dengan pekerjaan yang baru juga. Kalau sebelumnya kan aku lebih berhubungan dengan orang luar, sekarang aku lebih berhubungan dengan para pegawai. Yup, sekarang aku di bagian SDM. Harus belajar banget karena ketentuannya kan beda banget dari kerjaan sebelumnya.

Karena Februari ini adalah salah satu peak season untuk bagian SDM, beberapa kali aku harus lembur. Sempat beberapa kali pulang malam dan weekend masuk. Awalnya berat sih, tapi mau bagaimanapun harus dijalani kan. Jadi harus dibawa senang. Alhamdulillah orang-orangnya juga baik-baik. Bedanya, kalau di ruangan lama kan ada banyak ibu-ibu. Kalau di ruangan baru ini perempuan cuma 2, 1 mbak yang sudah menikah dan 1nya ya aku.

Di pertengahan Februari, aku sempat ke Pekanbaru untuk placement test diklat Bahasa Inggris. Tesnya menurutku lumayan susah. Yah, bagaimana lagi, sudah lama aku nggak berhubungan dengan bahasa Inggris. Hasilnya nanti dilihat di akhir Maret deh. Huhuhu. *Gak yakin.

Di penghujung Februari, ada kabar gembira, kelahiran puteri pertama dari Nyonyah Zahara. :)

Maret 2015
Awal Maret diawali dengan ulang tahun salah satu krucil di Bekasi. Si krucil minta tiup lilin. Ahahahaa. Sebagai kado, aku beliin kue deh.

Minggu selanjutnya, si nenek enerjik sedunia, Izati Choirina melangsungkan pernikahannya dengan bang Hery Wijanarko di Klaten. Aku, Tante Iko, dan Ompam pun meluncur ke Klaten untuk menghadiri acara bersejarah itu.

Nah, weekend ini aku hanya golar goler di kosan saja. Jumat kemarin gigi gerahamku diambil karena impaksi. Ocehan lengkapnya ditunggu ya. :D

Nah begitulah rekap 3 bulanku.
Sampai jumpa lagi di ocehan yang telah aku janjikan di atas. :D

Rabu, 31 Desember 2014

Akhir 2014 Jelang 2015

Sekarang tanggal 31 Desember 2014. Besok, sudah memasuki tahun 2015. Bagaimana sih tahun 2014ku?

  1. Yang pasti jadi 24 tahun dong.
  2. Di akhir tahun 2013 kemarin aku heboh ikut les bahasa Jepang. Rencananya mau aku lanjutkan di tahun 2014 ini. Tapi karena satu dan lain hal, aku terpaksa tidak melanjutkan les lagi, *sedih sebenarnya.
  3. Di awal tahun aku dan teman seruanganku dapat dukungan dan motivasi dari Bapak Kasi untuk ikut sebuah lomba. Alhamdulillah dapat juara 2.
  4. Tahun 2014 ini aku resmi jadi PNS lhooh. Semuanya sudah dapat 100% full. Alhamdulillah.
  5. Ganti mobile phone dari L3 si remote AC jadi Asus Zenfone 5, yang dimiliki oleh sejuta umat.
  6. Tahun ini aku bisa pulang ke rumah 4 kali. :D Yang pertama di bulan April, dalam rangka nikahan Nyonya Zahara. Yang kedua saat lebaran, mudik wajib. Yang ketiga, saat Idul Adha, pas dapat dinas luar ke Semarang. Terakhir pas libur Natal.
  7.  Kepinginnya tahun ini aku sudah bisa melanjutkan pendidikan lagi. Karena satu dan lain hal, belum bisa tercapai. Semoga tahun 2015 nanti bisa terwujud. Aamiin.
  8. Sekarang lebih rajin olahraga dibanding sebelumnya. Setidaknya berusaha ikut senam di kantor dan lari pagi tiap Jumat. Saat weekend, terkadang sepedaan menjelajah Rawamangun dan sekitarnya. Kalau sedang rajin, 3 bulan terakhir, terkadang aku datang ke kantor pagi-pagi untuk jogging dulu.
  9. Tahun 2014 juga aku sering belanja online, buku, mukena, tas, pakaian dan kado untuk teman-teman. Apalagi semenjak ada mobile banking. Makin mudahlah transaksinya. :D
  10. Mulai belajar untuk memperbaiki manajemen keuangan pribadi. Semoga istiqomah ya. :D
  11. Di bulan Maret aku dapat tugas baru di ruangan, menggantikan posisi temanku yang mutasi ke gedung sebelah. Banyak pengalaman baru yang aku dapat, ikut tim, harus multi tasking, harus cepat dan tepat *kayak lomba aja, dan tentunya harus semakin sabar.
  12. Atasan di ruangan mutasi digantikan dengan yang baru. Alhamdulillah semuanya baik.
  13. Aku banyak pergi kondangan dan mengirim kado ke teman yang menikah di tahun ini. Ahaha.
  14. Oiya, pindah ruangan. Dan semakin betah dengan posisi dan ruangan saat ini. Sampai tetiba muncul "surat sakti" di akhir bulan November. Semoga eksekusinya bisa di tahun depan saja. Aamiin. 
  15. Bisa ke Sumatera Utara (Danau Toba dan Medan)
  16. Selama tahun ini, aku akhirnya hanya bisa menyelesaikan 42 buku saja. "-_-
  17. Sepertinya aku lebih rajin mengoceh di sini dibandingkan tahun 2013 kemarin.
  18. Semakin banyak menemukan bukti kalau aku diberi mic sebaiknya jangan menyanyi (fals guweeeh), tapi ngomong aja. Wkwkwk.

Nah, itulah 2014ku. Bagaimana dengan 2014mu?
Selamat tahun baru 2015 semuanya. Semoga tahun depan lebih baik daripada tahun ini. Aamiin.

Minggu, 07 Desember 2014

Istirahat Sejenak

Haiii...
Seharusnya weekend ini aku berencana untuk ke Museum Gajah, ikut acara Festival Pembaca Indonesia 2014. Sudah niat dari tahun kemarin, karena dulu pun gak bisa datang. Aku bertekad untuk harus datang di acara tahun ini.

Manusia boleh berencana, tapi Alloh yang menentukan.

Iya, aku gagal lagi datang ke Festival Pembaca Indonesia. Karena aku sedang terkapar di kamar kos, kena diare. :(

Cerita berawal di Kamis siang, tiba-tiba emak-emak di ruangan ngajak makan siang di luar. Lalu sambil senyam senyum penuh dosa, aku minta ijinlah ke bapak bos yang terhormat. Agar bapak semakin setuju, aku tawari untuk dibungkusin makan siang. Dan berhasiiil, Saudara-Saudari. *Meskipun bapake geleng-geleng kepala sambil senyam senyum penuh penyesalan punya staf macam aku. Ahahaha.

Sesampainya di tempat makan, masih di Rawamangun sih, emak-emak langsung pilih menu. Biarkanlah yang berpengalaman yang menentukan. Aku hanya pesan minum aja. Jadi, kalu makan siang emak-emak itu, sistem bukan 1 orang 1 menu, tapi banyak menu untuk geratakan beramai-ramai. Akhirnya dipilihlah menu nasi goreng oncom pedes banget, nasi goreng ikan asin pedes banget, chicken wings pedes juga, tahu isi, dan gado2. Meskipun itu judulnya pedes banget, di mulutku mah nggak ada pedes-pedesnya. Nasi goreng oncom masih aku tambah dengan sambal terasi pelengkap chicken wings. Wkwkwk. Selesai makan, pulanglah kami dengan hati riang dan perut kenyang. Tidak lupa juga oleh-oleh untuk bapak bos, nasi goreng ikan asin sesuai pesanan beliau.

Sesampainya di kantor, aku antar pesenan bapak, lalu sholat Dhuhur. Pas balik ruangan, bapake bilang kalau mau keluar ruangan. Wah, kebetulan pak, saya juga mau ijin ke gedung sebelah ada rapat acara lomba Januari nanti. Ehehehe.

Nah, saat jalan ke gedung sebelah, perut udah mulai berbunyi nggak jelas, tapi aku cuekin aja. Apalagi setelah itu kan bahas tentang acara lomba, udah nggak fokuslah ke perut. Selesai rapat, aku balik ruangan, naik turun tangga mengurus kerjaan. Mulai terasa lagi itu ada masalah di perut. Lagi-lagi aku cuekin, fokus ke kerjaan. *Contoh PNS teladan. *Plis jangan batasi undangan nikah kami, wahai para penguasa. wkwkwk

Pulang kantor aku langsung ke kos. Sudah ada makan malam di meja, biasanya aku langsung makan aja tuh. Tapi aku ingat, kalau tadi pagi adik kelas baru pengumuman penempatan, aku juga belum kumpul-kumpul dengan mereka. Nah, kayaknya malam ini harus kumpul deh sebelum mereka menuju tempat bertugas. Aku whatsapp mereka. Ok, mereka bisa abis Isya.

Setelah sholat Isya, aku langsung menuju tempat kumpul. Aku kira kan mereka sudah ada yang datang. Ternyata belum ada seorang pun doong. Zzztt. Untung aku bawa Angels and Demon, lumayanlah untuk membunuh waktu. Akhirnya mereka baru datang sekitar jam 8an lebih. Ya Salam. Iyasih, jam 8 itu abis Isya. "-_-

Nah, masalah pun muncul, perutku mulai nggak beres. Hasrat untuk BAB tidak tertahankan. Karena udah nggak kuat, aku pun kabur ke kamar mandi. Sebenarnya kamar mandinya nggak bersih-bersih amat sih, tapi udah kebelet bangeeet. Huhuhu. Setelah itu aku kira kan udah aman tuh. Mungkin karena telat makan ajalah ini. Aku pun makan ayam goreng lengkap dengan sambal. *Aku udah cuci tangan dengan sabun lho ya sebelum makan. Ngobrol-ngobrol aku dengan adik-adik kelas itu sampai jam 9an.

Dan tragedi pun dimulai. *lebay?Iya,emang. Jadi setelah pulang, bersih-bersih muka, aku tidur. Nggak berapa lama perut bergejolak. Dan selama malam itu, aku bolak-balik ke kamar mandi sebanyak 5 kali. :-|

Paginya aku masih ikut olahraga pagi di kantor. Cuma memang sudah berasa agak lemes sih, jadi cuma senam aja, gak pake jogging. Pas senam itu pun baru berapa gerakan udah banyak berkeringat. Perjuangan banget deh bisa selesai sampai pendinginan.

Setelah mandi dan ganti baju, aku sarapan bubur ayam. Di mulut rasanya agak neg, tapi aku paksa makan. Terus lanjut kerja, naik turun tangga, bolak-balik ruangan sebelah juga. Dan sekitar jam 10an perut nggak bisa diajak kompromi lagi. Bolak-baliklah aku ke kamar mandi. Sepatu sudah berganti sandal. *Repot oi, bolak-balik kamar mandi pakai sepatu. Dan di antara jeda ke kamar mandi itu aku masih ngiderin surat, masuk ruangan bapak bos yang mana aku malah diajak becanda (plis, bapake, perut saya sedang sakiit) dan masih nerima tamu.

Jam 11.30an karena udah lemes, aku pun telepon poliklinik kantor, dokternya sudah istirahat, baru ada lagi jam 2an. Subhanalloh. Akhirnya terkapar di kursi ruangan, minum obat, begitu makin lemas pindah goler-goler ke musholla, perut bergejolak lagi, ke kamar mandi, sholat dhuhur, langsung tidur.

Bangun tidur sekitar jam 2an , aku ke ruangan, ternyata ada beberapa notifikasi whatsapp. Bapak bos bilang kalu keluar kantor, trus Mak May nanyain dimana. Akhirnya aku turun ke ruangan bawah, sama Mak May ditanyain sakit beneran apa gak? Kalu iya, disuruh ke dokter. Aku bilang aku mau ke dokter tapi karena hujan jadi nunggu dianter sama mas CS naik mobil.*Ini bukan manja ya. Ditawarin Mak May dianter pakai mobil beliau. Tapi aku disuruh makan dulu. Daaan catering makan siang lauknya ayam pedes, gorengan, sama capcay. Daripada perut kosong, aku paksain makan.Baru 3 suapan sudah neg banget, aku paksa makan pisang.

Meluncurlah aku dan Mak May ke poliklinik. Sampai poliklinik, daftar, isi kuesioner, lalu diperiksa sama dokter. Hasilnya dapat pesen dari dokter harus makan bubur dulu, no sayur, no buah, no pedes, hanya boleh dengan telur, kuah, dan kecap.  Selain itu, dapat oleh-oleh obat segambreng. Selama sesi menunggu obat, aku juga sempet numpang ke kamar mandi dong. "-_-

Balik ruangan, minum obat, sholat Ashar, ada sesi kamar mandi lagi, dan aku masih lanjut kerja lagi. Beres-beresin yang masih ketunda tapi harus segera diselesaikan. Bapak bos belum balik ruangan, tapi beliau sudah pesan agar aku istirahat aja. Tapi kan masih ada tanggung jawabku yang belum selesai.*Masih tega bilang PNS kerjanya gak optimal,huh? Karena sudah lemas, aku minta tolong junior untuk bantu-bantu. Setelah itu aku tepar di musholla sampai jam 5. Huhuhu.

Pulang kerja, aku masih naik motor. Tapi sampai kos lemas, langsung tepar di tempat tidur. Muahaha

Dari Jumat malam sampai sekarang aku hanya goler-goler aja di tempat tidur. Keluar kamar hanya untuk mandi, wudhu, dan makan. Alhamdulillah, udah nggak bolak-balik kamar mandi sih, tapi masih lemes akuu. Sholat aja milihnya surat-surat pendek. *Maafkan aku Ya Alloh.

Kemarin-kemarin makan ayam taliwang yang pedes banget aja aman lhoh. Sepertinya memang aku disuruh Alloh untuk istirahat dulu. Yah, semoga besok lemesnya hilang dan aku bisa kembali mengabdi kepada negeri dengan segenap kekuatan dan tenaga. Aamiin.

Sampai jumpa.

Kamis, 29 Mei 2014

Banyak Libur di Akhir Mei 2014

Alohaaiii..

Hari ini libur tanggal merah lagi. Libur lagi.

Mayoritas orang mungkin suka ya banyak libur seperti sekarang. Kalau aku pribadi sih kurang suka. Bukan sok suka kerja, tapi sehari masuk sehari libur membuat tidak fokus. Kebetulan di kantor sedang ada beberapa hal penting yang harus dikerjakan di akhir bulan. Misalnya Senin belum selesai, biasanya kan Selasa pagi masih bisa dilanjut tuh, masih ingat kurangnya ini dan itu. Nah, kalau sekarang Selasanya libur , baru hari Rabu kan bisa lanjut dikerjakan lagi. Karena sudah jeda sehari, jadinya di Rabu pagi itu harus ingat-ingat lagi kemarin yang kurang apa ya.

Kamis, 15 Mei 2014

Berburu Tiket Mudik



Awal bulan ini, banyak teman yang heboh media sosial. Hampir semuanya mengeluhkan tentang sulitnya memperoleh tiket kereta api untuk mudik lebaran nanti. Iya, lebaran masih jauh, masih 3 bulan lagi. Tapi PT KAI memiliki kebijakan untuk menjual tiket pada H-90 keberangkatan.Daaan, dalam beberapa menit saja sejak penjualan dibuka, tiket hampir semuanya ludes.

Bukan rahasia umum lagi kalau kereta api merupakan moda transportasi idola untuk para pemudik. Nyaman, apalagi dengan adanya AC bahkan di kereta kelas ekonomi. Lebih murah jika dibandingkan pesawat. Lebih cepat dan bebas macet tentunya. Apalagi saat ini kondisi jalan (terutama Pantura) di beberapa titik banyak yang rusak dan berlubang.

Jumat, 19 April 2013

I'm coming back...

Hello dear readers! Long time no see.

Huaaah, betapa kangennya aku mengoceh di sini. Niatan hati, setelah ocehan tentang samapta bagian 1 itu mau dilanjutkan dengan bagian selanjutnya tentang cerita saat samapta. Tapiiii, minggu selanjutnya ada tugas negara yang lain yang harus dilaksanakan. Cerita tentang tugas negara yg ini aku ocehkan di post selanjutnya sajalah ya. Nambah utang ocehan ini ceritanya. Wkwk Sekarang aku mau mengoceh tentang keadaanku beberapa hari ini. Ada beberapa hal aneh di luar kebiasaanku yang terjadi.

Akhir-akhir ini, rasanya aku sering sekali melakukan kedudulan. Dudul itu artinya apa ya, hmm.. semacam kesalahan-kesalahan tidak penting dan tidak jelas. Baik di kantor maupun di rumah sama saja. Yang paling malu itu ya kalau di kantor. Misalnya, salah naruh surat, memo yang belum ditandatangi atasan aku oper ke bagian tata usaha, salah ambil surat, naruh alat tulis sembarangan, giliran butuh bingung sendiri deh dan masih ada beberapa lagi kedudulan yang lain. Maluuu.. iyalah, itu kan kesalahan-kesalahan tidak penting yang bisa dihindari.

Akhir-akhir aku juga agak kehilangan mood baca. Dari awal tahun aku baru selesai membaca 2 buku saja. Iyasih, kemarin memang sempat tidak bisa baca novel karena tidak mungkin kan baca pas samapta. Tapi setelah itu kan ada kesempatan buat baca lagi. Anehnya aku merasa tidak ada nafsu keinginan untuk membaca. Malu benar rasanya saat buka akun Goodreads, prestasi baca sampai bulan ini jauh dari target yang seharusnya. Huhuhu.. Daaan, aku sekarang justru keranjingan lari. Hampir setiap hari, weekdays maupun weekend setelah sholat subuh sering aku sempatkan lari pagi. *Bangga sekali rasanya nulis kalimat terakhir itu. Kekekekk

Eitss, masih ada satu lagi keanehan yang terjadi. Aku sekarang sedang gila-gilanya mainan mobile phone, lebih tepatnya ngeksis di socmed. Di bis jemputan (sekarang berangkat dan pulang kerja aku naik bus jemputan kantor), beberapa hari ini aku lebih memilih ngutak ngutik hape dibanding tidur. Biasanya kan, kalau naik mobil atau bus, 10 menit kemudian langsung tidur kalau dapat tempat duduk. Kalau ada waktu senggang di rumah atau di kantor, hal pertama yang terpikir adalah megang mobile phone. Sekarang ini harusnya aku bisa tidur siang, waktu istirahat lumayan agak panjang. Tapiiii, aku justru megang mobile phone dan mengoceh di sini. Huakakakakk.

Ehhhm.. rasanya cukup sekian ocehan kali ini. Sudah waktunya kembali ke meja kerja. See youuu, guys. :)
posted from Bloggeroid

Selasa, 01 Januari 2013

Goodbye 2012, Hello 2013!


Alohaaaii.. Pagi dunia! Salam 2013 jaya!
Berhubung aku tidak termasuk ke golongan yang semalam bergadang menyambut tahun baru, jadi pagi ini aku tetap bisa bangun pagi dong. Haha. #Bangga. Di pagi awal tahun ini, aku ingin kembali mengoceh di sini. Iya, sudah 2 minggu lebih ya, laman ini aku tinggalkan. Sebenarnya banyak ocehan yang seharusnya dibagikan di sini, tapi apa daya banyak hal lain yang harus dilakukan di penghujung 2012 kemarin.  #gaya #soksibuk

Ok, then, here we are in 2013. Jangan bicara, cepat ya, tidak berasa tiba-tiba sudah tahun baru lagi. Tahun 2012 itu panjang, Sodara Sodari! 366 hari lho! Banyak serangkaian kejadian terjadi di tahun kemarin, yang untukku cukup berkesan.

Yang paling signifikan, di tahun 2012 kemarin status pekerjaan di KTP berubah. Selama 10 bulan kemarin, aku bukan lagi mbak-mbak mahasiswi, tapi menjadi mbak-mbak kantoran. #gaya Perubahan status ini lumayan berpengaruh untuk kehidupanku. Dari “rajin belajar” menjadi “rajin bekerja”.  Dari “dengar kata dosen” menjadi “dengar kata atasan”. Dari “bangun pagi” menjadi “bangun pagi sekali”. Dari “harus sampai rumah sebelum Magrib” menjadi “baru bisa sampai  rumah setelah Isya”.  Dari “jalan kaki ke kampus” menjadi “naik motor, naik kereta/naik bis, dan jalan kaki ke kantor”. Aku sangat menikmati semua perubahan itu, tapi yang paling aku sukai adalah berubah dari “meminta” menjadi “mandiri” bahkan bisa belajar lebih banyak “memberi”. :)

Selain itu, di tahun 2012 kemarin, aku harus berpisah dengan sahabat-sahabatku di kampus. Beberapa mereka sudah mendapatkan penempatan definif. Mungkin terkesan kekanak-kanakan, tapi selama hampir 3 tahun kemarin, kami adalah satu dalam perjuangan demi bertahan, sekarang kami harus terpisahkan, tersebar ke seluruh pelosok Indonesia. Untuk kalian para sahabatku yang telah berada di tempat bertugas, semangat mengabdi kepada negeri. Semoga sukses selalu di manapun kalian berada. :)
 Foto ini diambil tanggal 16 Desember 2012 di bandara Soeta saat aku dan Tante Iko mengantar kepergian Nenek Ijonk menuju ke tempat tugasnya. Si nenek dapat penempatan definitif di kantor perwakilan instansinya di Medan, Sumatera Utara.

Di hari pertama dari 365 hari di tahun 2013, aku berharap semoga masa setahun ke depan akan menjadi masa yang lebih baik daripada 366 hari di tahun 2012. Mari perbarui semangat  dan perbaiki diri untuk menyongsong hari depan. Semangat! Ganbate! Caiyo!